LANGIT7.ID - , Jakarta -
Minuman manis yang mengandung gula dengan kadar tinggi banyak dijumpai dan mudah didapatkan di pasaran.
Dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A mengatakan sebelum memberikan anak minuman manis, orang tua harus memahami kadar gula yang cocok untuk usia sang
buah hati.
Baca juga: Dokter Spesialis: Tak Masalah Berikan Makanan Bermecin ke Anak"Batasan konsumsi gula tambahan per hari pada anak itu 5 persen dari total asupan kalori harian anak. Atau kalau anaknya udah gedean (di atas 5 tahun) maksimal 25 gram gula tambahan per hari," ujar dr Denta dikutip dari akun Twitter @sdenta, Sabtu (17/9/2022) dan sudah mendapatkan izin.
Dia lalu mengungkapkan penemuannya terkait kadar gula beberapa minuman manis yang ada di pasaran. Menurut Denta, rata-rata per botol minuman mengandung gula 25 gram.
Sementara, Denta menambahkan, persentase
balita Indonesia yang mulai rutin mengkonsumsi minuman manis botolan sebanyak 43 persen.
"Ini mengkhawatirkan sekali. Konsumsi gula berlebih itu bukan hanya buruk buat orang dewasa, tapi juga anak-anak. Dan semakin dini seorang anak
mengkonsumsi gula berlebih, semakin kompleks juga masalah
kesehatan yang dihadapi di kemudian hari, alias kasian masih muda udah diabetes," katanya.
Baca juga: Perlukah Anak Konsumsi Suplemen?Lebih lanjut, Denta menyebutkan sejumlam dampak buruk dari gula ke anak-anak, misal gula berlebih bisa membuat anak
obesitas atau
diabetes. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berpengaruh terhadap penurunan kecerdasan anak.
"Jadi kalau ingin anaknya pinter, please jangan dibiasain minum minuman pabrikan," ucapnya.
Sebagai catatan, efek yang ditimbulkan dari konsumsi gula berlebih tak hanya berdampak jangka panjang, namun juga pendek. Salah satunya
merusak gigi anak, di mana infeksinya tidak hanya terbatas di gigi, tetapi juga bisa menyebar ke berbagai penjuru tubuh.
Nah, untuk mengatasi demikian kunci utamanya terletak pada orang tua atau keluarga. Sebab, menurut dia anak belum memiliki uang sendiri, untuk membeli minuman tersebut.
"Dari mana mereka bisa mengakses minuman manis pabrikan itu kalau bukan dari orang tuanya? Jadi pahami bahayanya, dan lakukan langkah nyata dan presisi segera," pungkas dr Denta.
Baca juga: Kenali Ciri Anak Hiperaktif, Begini Saran Dokter Spesialis(est)