LANGIT7.ID, Pekalongan - Menteri Agama,
Yaqut Cholil Qoumas meminta agar pesantren bisa tetap menunjukkan prestasi untuk menepis isu-isu negatif yang dilontarkan pihak yang tak ingin pesantren maju.
Menurut Yaqud, mereka yang menyerang pesantren melakukan upaya generalisasi secara berlebihan atas peristiwa kekerasan yang terjadi di pesantren.
Menag mencontohkan, ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri.
Baca juga: Hari Santri 2022 jadi Momentum Mengembalikan Peran Pondok Pesantren“Hal itu dilakukan karena ketidaksukaan. Ini harus dijawab oleh para santri,” pesan Menag di Pekalongan, Selasa malam (27/9/2022).
Menag mengatakan, para santri harus melawan stigma negatif yang dituduhkan kepada pesantren dan kaum santri. Santri diharapkan membendung tuduhan terhadap pesantren dengan prestasi.
“Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dituduhkan oleh orang yang tidak suka dengan gemilangnya para santri itu terjawab karena para santri benar-benar bisa diandalkan,” kata Menag.
Dalam peluncuran peringatan
Hari Santri dilangsungkan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Jawa Tengah, Menag berpesa agar kebencian orang lain jangan dilawan dengan kebencian yang sama.
Baca juga: Launching Hari Santri akan Digelar di UIN KH Abdurrahman Wahid“Bukan kita melawannya dengan kebencian, tapi prestasi. Saya yakin para santri mampu menunjukkan prestasinya,” tutur Menag.
(sof)