LANGIT7.ID, Jakarta - Ummat Islam dapat mengambil momen Muharram ini untuk menjadi seorang Crazy Rich Akhirat. Salah satu cara yang harus dilakukan yakni dengan kembali ke masjid.
Tahun baru Hijriah merupakan momentum yang tepat bagi kalangan muda serta pengusaha ikut memakmurkan masjid. Sebab masjidlah yang pertama kali dibangun Rasulullah saat pertama kali menginjakkan kakinya di Madinah.
“Jadi masjid alah titik awal dari peradaban,” kata Founder Sukses Berkah Community, Ridwan Abadi dalam Webinar Saatnya yang Muda, Milenial, Pengusaha Back to Masjid.
BACA JUGA: Erick Thohir, Menteri dan Triliuner yang juga 'Marbot Masjid'Ridwan menjelaskan, pengusaha pada umumnya memandang aset adalah kekayaan dan materi harta benda. Padahal, seorang muslim memiliki sudut pandang yang lebih luas tentang apa itu kaya dan apa itu kesuksesan.
“Saya pribadi pun pernah mengalami hal yang sama,” imbuhnya.
Di situlah pentingnya instropeksi diri, bermuhasabah, merenungi kembali apa yang sejati di kehidupan ini. Bahwa semua yang manusia miliki, baik harta, kekayaan, kesehatan, jabatan dan sebagainya hanyalah titipan.
Ridwan yang juga seorang pengusaha ini mengatakan, karena itu segala sesuatu yang Allah titipkan dalam hidup manusia adalah modal. Modal inilah yang harus diputar untuk mendapat keuntungan akhirat.
“Dalam konteks pengusaha kita harus punya terminologi yang tepat tentang harta. Jadi harta bukan semata-mata apa yang kita miliki di dunia, tapi seberapa banyak yang sudah kita transfer ke rekening akhirat,” paparnya.
Bentuk transferan itu bisa bermacam-macam amal shalih, umpamanya berzakat, bersedekah, wakaf. “itulah real harta kita di akhirat,” tambahnya.
Sedangkan, bila ingin kaya di akhirat, menurut Ridwan, maka masjid adalah titik awalnya. “Kenapa harus kembali ke masjid terutama pengusaha, agar benar-benar real menjadi crazy rich akhirat.”
(bal)