LANGIT7.ID, Jakarta - Ribuan pendukung klub sepak bola dari berbagai klub se-pulau Jawa berkumpul di halaman parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (3/10/2022) malam. Aksi ini sebagai upaya kesepakatan perdamaian antar suporter klub Indonesia atas tragedi Kanjuruhan.
Dalam pertemuan tersebut, para suporter mengawali dengan salat gaib dan doa bersama kepada ratusan korban jiwa atas insiden maut yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur akhir pekan lalu.
"Kita akan membuat sejarah bahwa kita suporter yang hadir pada malam hari ini akan menghentikan semua kebencian-kebencian yang ada dalam hati kita," kata Presiden Brajamusti Yogyakarta, Muslich Burhanuddin dikutip Antara, Rabu (5/10/2022).
Sejumlah suporter yang turut serta hadir sebagai simbol perdamaian antara lain dari Brajamusti dan The Maident (Yogyakarta), Paserbumi (Bantul), Slemania dan BCS (Sleman), Pasoepati, Ultras, dan GK Samber Nyawa (Solo), Panser Biru dan Snex (Semarang), Aremania (Malang), Bonek (Surabaya), The Jakmania (Jakarta), serta Bobotoh dan Viking (Bandung).
Pria yang akrab disapa Thole itu meminta kepada seluruh suporter menjadikan tragedi di Kanjuruhan sebagai titik tolak bersatu memajukan sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Legislator Soroti Tindakan Represif Aparat di Tragedi Kanjuruhan"Kita akan mewariskan hal-hal positif kepada anak cucu kita bahwa ke depan sepak bola di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah penuh dengan suka cita," ucap dia.
Pada kesempatan sama, Presiden Pasoepati Solo, Maryadi Gondrong berharap ke depan hubungan baik seluruh suporter sepak bola di Indonesia semakin akur, terutama di Jawa Tengah dan DIY terus terjaga. Maryadi menambahkan, Pasoepati sepakat mendukung berbagai kegiatan lanjutan bersama untuk memererat persatuan suporter di Jawa Tengah dan DIY.
"Insya Allah kami dari Pasoepati akan menyetujui, melaksanakan untuk persatuan dan kesatuan Indonesia," katanya.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Idham Mahdi sangat mengapresiasi adanya pertemuan tersebut dalam membahan perdamaian di kalangan suporter seoak bola Indonesia. Dia berharap semua pihak menyadari bahwa sepak bola merupakan olahraga sekaligus sarana pemersatu bangsa.
"Terus terang seumur hidup saya, 25 tahun saya menjadi polisi di hadapan teman-teman suporter, ini sangat luar biasa," ujar Idham.
Baca Juga: Iwan Bule Minta Skuad Garuda Asia Fokus Jalani 3 Laga Tersisa(zhd)