LANGIT7.ID, Makassar - Bila berkunjung ke Sulawesi Selatan cobalah sarapan bassang. Makanan satu ini selalu menjadi incaran di pagi hari. Zaman dulu, bassang merupakan menu yang hanya ditemukan di rumah-rumah tertentu dan butuh perencanaan untuk membuatnya.
Alasannya makanan berbahan dasar jagung ini, tidak seru jika hanya disantap seorang diri. Sehingga butuh waktu khusus untuk mengundang teman-teman bersantap bassang bersama. Makanan tradisional yang menggugah selera ini paling enak dinikmati selagi masih hangat.
Nah, seiring perkembangan zaman, Bassang sudah bisa diapatkan di setiap sudut-sudut Kota Makassar. Pedagang bassang mulai menjamur di pagi hari, dan selalu ramai pengunjung.
Jika berkunjung ke Makassar, maka pada pagi hari bisa melihat ada pedagang Bassang di beberapa sudut kota. Mereka hanya menggunakan meja dan spanduk bertuliskan Bassang Malino dan Bassang Maros.
Pada dasarnya semua bassang sama, tetapi karena berbeda daerah maka bentuk penyajian dan rasanya sedikit bervariasi. Bassang Malino menggunakan sedikit gula dan santan. Sedangkan Maros yang dominan pencinta manis lebih mengedepankan kekentalan santan dan gulanya.
Kenapa menu ini disebut Bassang? karena saat dimakan, perut terasa kenyang. Sama seperti makan nasi. Dalam bahasa Makassar Bassang itu Bassoro yang artinya kenyang.
Salah seorang pedagang Bassang Malino, Daeng Ratu, di Jl. Syekh Yusuf, Makassar yang dikunjungi Langit7.id menjelaskan, awal mula memulai usahanya, karena kesulitan ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak cukup hanya dengan mengandalkan gaji suami yang bekerja sebagai buruh bangunan.
![Cicipi Bassang, Sarapan Ringan Sehat Ala Sulawesi Selatan]()
Atas dasar itu dia tergerak untuk membantu meringankan beban keluarganya dengan menjual bassang. Selama ini, bassang yang dibuatnya hanya untuk konsumsi keluarga tetapi rasanya sangat enak.
"Karena semua yang makan merasa enak, saya pun tertarik untuk jualan. Alhamdulilah tiap pagi buat tiga liter dan habis," katanya.
Bagi yang ingin mencoba membuat bassang di rumah, cara membuatnya tidaklah susah dan bahan mudah didapat. Resep di bawah ini bisa menjadi contoh.
Bahan-bahan400 gram jagung putih
200 gram kelapa tua
1 sendok kapur sirih
Air secukupnya
Garam secukuonya
Gula secukupnya
Cara membuatnya1. Jagung direndam dengam kapur sirih beberapa jam agar kulitnya terkelupas kemudian bersihkan
2. Masak dengan santan cair dan garam sampai matang dan sedikit lembek
3. Turunkan santan kental sambil diaduk terus sampai bubur jagung mengental
4. Angkat dan hidangkan
Mudah kan?
(arp)