LANGIT7.ID - , Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (
Kominfo) mengumumkan penundaan migrasi
TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (
Jabodetabek). Diketahui, ASO wilayah Jabodetabek harusnya dilaksanakan pada, Rabu (5/10/2022).
Plt. Dirjen PPI Kementerian Kominfo, Ismail mengatakan, keputusan ini berdasarkan usul Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) melalui surat nomor 021/ATVSI/KS/YST/92022 yang diterbitkan pada 28 September 2022 terkait penundaan ASO kepada Menteri Kominfo,
Johnny G. Plate.
Baca juga: TV Digital Beralih ke Multiple ASO, Ini Alasan Kominfo"ATVSI meminta agar ASO Jabodetabek yang dilaksanakan pada 5 Oktober 2022 diundur atau dibatalkan. Selanjutnya dilaksanakan serentak pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB sebagaimana dimatikannya siaran analog di wilayah lainnya di Indonesia," tutur Ismail, dalam konferensi pers di YouTube Kemkominfo TV, Rabu (5/10/2022).
Lebih lanjut, Ismail menegaskan, baik ATVSI dan Lembaga Penyiaran Swasta yang bersangkutan telah menyatakan ketersediaan dan komitmen untuk melaksanakan seluruh langkah-langkah persiapan teknis ASO.
"Hal tersebut baik melalui sosialisasi yang masif dan pendistribusian
Set Top Box bagi
masyarakat miskin," tutur Ismail.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen ATVSI, Gilang Iskandar menyatakan alasan penundaan ASO tersebut.
"Salah satu alasan penundaan ASO adalah karena kondisi objektif dari masyarakat. Data Nelson pada 27 September 2022, dari populasi pemirsa TV Jabodetabek 21 juta itu yang Free to Air (FTA) baru 26 persen atau 7,2 juta. Kalo plus yang digital
ready itu 40 persen," tutur Gilang.
Baca juga: Mengenal Multiple ASO, Cara Baru Kominfo Migrasi TV DigitalGilang mengatakan, dalam kondisi ini butuh waktu untuk secara masif sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar siap beralih ke TV digital.
"Selama satu bulan secara masif sosialisasai agar masyarakat beralih dengan memiliki Set Top Box atau pesawat tv penerima siaran digital. Lebih baik waktu ini untuk menggencarkan sosialisasi dan kita punya waktu sedikit untuk fokus ke 2 November 2022," ucap Gilang.
Selain itu, Ketua Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital, Niken Widiastuti menjelaskan bentuk sosialisasi ASO kepada masyarakat berupa perancangan produksi konten, baik berbasis teks, grafis, dan sebagainya.
"Kominfo juga merancang produksi konten berbasis teks, grafis dan video dengan paket konten serta diseminasi informasi melalui media lokal, konvensional, mainstream, digital, tatap muka, serta media luar ruang," kata Niken.
Baca juga: Wajib Tahu, Ini Perbedaan TV Digital dan Video Streaming(est)