Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan sejumlah manfaat Analog Switch Off atau penghentian siaran tv analog bagi masyarakat. Salah satunya berupa siaran yang lebih jernih dan teknologi canggih.
Untuk dapat menikmati siaran televisi digital, perangkat Set Top Box (STB) menjadi satu-satunya pilihan daripada membeli televisi baru yang memiliki fitur Digital Video Broadcasting Second Generation Terestrial (DVB-T2).
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPIS) Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan sejumlah channel televisi baru kepada masyarakat, selain televisi yang sudah established dikenal masyarakat selama ini.
Berdasarkan amanat UU Cipta Kerja, migrasi sistem TV teresterial analog ke digital atau ASO, dilaksanakan 2 November 2022 pukul 24.00 WIB pada wilayah yang ekosistem siaran digitalnya telah siap, termasuk 14 kabupaten atau kota di Jabodetabek.
Johnny mengatakan proses penghentian siaran TV analog beririsan dengan jadwal Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar pada 20 November-31 Desember 2022.
Kominfo akan menghentikan seluruh saluran TV berbasis siaran analog di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mulai Rabu (2/11). Masyarakat diminta untuk segera beralih ke siaran TV Digital menggunakan Set Top Box (STB).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomifno) mengumumkan ASO tetap dilaksanakan pada 2 November 2022.
Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo, Mulyadi mengimbau masyarakat hati-hati membeli STB agar dapat menangkap siaran digital dengan baik.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai mengimplementasikan penghentian total siaran analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) Tahap I.
Pemerintah dan penyelenggara multipleksing (mux) menyiapkan sebanyak 6,7 juta perangkat STB gratis yang akan disalurkan ke 341 kabupaten atau kota mencakup 112 wilayah siaran.