LANGIT7.ID - , Jakarta - Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan mengunjungi kediaman keluarga almarhum Dendis Al Latif, salah satu
korban meninggal akibat ambruknya tembok
MTs Negeri 19 Pondok Labu, Jakarta, Kamis (6/10/2022) malam.
Suasana haru menyelimuti keluarga korban. Anies pun terhanyut rasa sedih saat mengucapkan belasungkawa kepada orang tua Dendis.
Baca juga: Kemenag Pastikan Korban Tembok Roboh MTsN 19 Sudah Tertangani“
Innalilahi wa innalilaihi rajiun, malam ini saya takziah, kita semua berduka atas wafatnya Dendis Al Latif yang tadi siang mengalami musibah di Madrasah Tsanawiyah Negeri 19. Kita doakan
insya Allah husnul khatimah,” ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Jumat (7/8/2022).
Anies menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi seluruh kebutuhan
pemakaman dari tiga korban di MTs Negeri 19 beserta santunannya.
“Saya secara khusus bertemu Ibu dan Ayahnya (korban) menyampaikan pesan duka. Insya Allah, kebutuhan proses pemakaman dan lainnya kami dari
Pemprov akan memfasilitasi,” lanjutnya.
Meskipun demikian, Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, seberapa pun besaran santunan tak akan bisa menggantikan rasa kehilangan anak keluarga korban. Sebab itu, Pemprov DKI Jakarta turut melakukan pendampingan konseling agar orang tua korban dapat melewati masa sulit.
Baca juga: Banjir Robohkan Tembok MTs 19 Pondok Labu, 3 Orang Tewas“Tentu saja santunan akan diberikan, tapi saya garisbawahi sebesar apapun santunan tersebut tak akan pernah menggantikan perasaan orang tua yang kehilangan anak. Musibah ini sangat berat bagi semua, khususnya bagi Ibu dan Ayahnya. Jadi, apapun konseling dan pendampingan dilakukan supaya Ibu dan Ayahnya mampu melewati masa yang sulit ini,” tutur Anies.
Selain itu, Anies juga akan melakukan penyelidikan bagaimana proses terjadinya tembok MTs Negeri 19 yang ambruk sebagai bahan pembelajaran agar di masa mendatang musibah serupa tak terulang.
“Dan juga saya ingin sampaikan pada semua bahwa ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami untuk mereviu kembali proses dari peristiwa ini bisa terjadi. Mengapa ini perlu dilakukan? Agar kita bisa mencegah potensi kejadian berulang,” ucapnya.
Pemprov DKI Jakarta juga akan memfasilitasi kebutuhan MTsN 19 Jakarta dengan menyediakan tempat belajar-mengajar sementara bagi siswa karena sekolah yang mengalami kerusakan.
Baca juga: 18 Kelurahan di Jakarta Terendam Banjir, 820 Pompa Dikerahkan“Bangunannya tentu sementara belum bisa digunakan. Kemenag lewat Kanwil yang membawahi MTs Negeri kami dari Pemprov DKI sampaikan bahwa siap fasilitasi apabila diperlukan tempat sementara untuk proses belajar-mengajarnya. Apa yang kita bisa dukung dari sisi Pemprov untuk membangun kembali,” ungkap Anies.
Diketahui, hujan deras dan banjir menyebabkan tembok MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan, roboh dan mengakibatkan tiga orang siswa meninggal dunia dan dua siswa terluka pada Kamis, kemarin.
(est)