Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Bermodal Rp50 Ribu, Mahasiswa Ini Miliki Omzet Jutaan dari Bisnis Hasil Laut

arif purniawan Senin, 16 Agustus 2021 - 15:00 WIB
Bermodal Rp50 Ribu, Mahasiswa Ini Miliki Omzet Jutaan dari Bisnis Hasil Laut
Ilustrasi bisnis hasil laut. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Semarang - Bermula hanya iseng-iseng, Christian Delahoya, mahasiswa di Semarang ini malah keterusan berbisnis hasil laut. Sebenarnya tidak ada rencana untuk menjadi penjual bahan sea food ini, namun kondisi sulit yang membuatnya harus terjun.

“Waktu itu ayah ikut salah satu proyek di Medan dan jatuh, akhirnya orang tua bilang kayaknya tidak usah merantau lagi, biaya dari sini tidak dikirim. Dan saya harus bertanggung jawab penuh. Saya tidak suruh kirim bulanan dan semesteran,” cerita Founder MLBI Christian mengawali obrolan di Channel Youtube Semarang Pemkot.

Akibat kesulitan keuangan, Christian terpaksa utang hingga Rp9 juta. Akhirnya dia memiliki ide untuk menjadi agen dari hasil laut, menjual aneka jenis ikan, udang, lobster, cumi-cumi, kepiting, kerang (darah, tiram, hijau) dan bahan untuk olahan sea food lainnya. Semula, usaha coba-coba yang dijalani itu hanya untuk menutup utang

“Saya memilih ke pesisir, karena punya latar belakang dulu praktikum. Dan memang, sebenarnya tidak pasti. Saya tidak punya duit. Saya pinjam motor, saya pinjam duit dia (teman) lagi Rp50 ribu,” ucapnya.

Baca juga: Mantan Jurnalis Ini Sukses Hasilkan Puluhan Juta dari Budidaya Ikan Mas Koki

Kebetulan saat memulai usaha itu di awal-awal pandemi dan ekspor ditutup. Itu menjadi keberuntungannya karena hasil laut murah-murah. Ia pun rela menjual door to door. Sampai dengan tiga bulan kurang, dia sudah memiliki omzet yang lumayan.

“Tiga bulan kurang, hutang lunas dan saya bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Niatan cuma mau bayar utang. Setelah itu, saya melihat peluang. Sepertinya laut dipunggungin, sama warga kita sendiri. Dan ketika dulunya Ibu Menteri Susi, sudah mulai menghadap ke lautan. Kira lihat, sepertinya di sini ladang basah banget,” katanya.

Dikatakan banyak porsi-porsi untui menjadi seorang pengusaha. Karena bisa mengisi, meski sea food ada di pasar dan super market. Di situ ada kesempatan, mempertemukan supliyer dan konsumen. Di situ ada peluang, apalagi saat ini juga banyak kurir.

Akan tetapi kesempatan ada di sini, meski tidak suka perikanan. Namun terkadang perlu belajar mencintai, dari yang tidak kita suka. Untuk saat ini, pihaknya tetap akan menekuni usaha karena di era saat ini terlalu banyak bertumbuh startup UMKM, para pengusaha muda.

“Next 5-10 tahun, lahan untuk bekerja ada di sana. Balance, antara negeri dan swasta,” paparnya.

Setelah usahanya berjalan 4 bulan, order semakin banyak. Christian tidak bisa bekerja sendiri. Akhirnya dia mencari sosok rekan, yang bisa menjadi partner untuk mengembangkan usahanya. Syarat utamanya adalah orang yang jujur, meski belum berpengalaman.

“Terpilih Komting saya, Adhi Nugroho. Ada 4 orang, terakhir Ander Gusto,” bebernya.

COO Founder MLBI Sea Food Adhi Nugroho mengatakan, pesanan kebanyakan dari Kota Semarang, baik itu dari rumah makan, maupun dari keluarga keluarga. Ada juga pesanan dari Bandung dan Jakarta.

“Dalam sebulan, omset kami tidak sampai Rp10 juta. Kami juga tawarkan lewat kos-kosan dan lewat mengirim email. Rata-rata pelanggan kami menengah ke atas,” kata Adhi.

Baca juga: Keuntungan Budidaya Maggot, Alternatif Pengolahan Sampah Organik

Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari keluarga, karena memutuskan keluar dari tempat kerja setelah dirumahkan, dan memilih menekuni usaha penjualan hasil laut. Namun, dia bisa memberikan pengertian kepada ibunya.

“Kasih saya kesempatan mah, saya masih muda. Peluang masih terbuka nih, “ kata dia, menirukan ucapannya.

Untuk saat ini, pesanan banyak datang dari perorangan/keluarga. Kemasannya pun dibuat lebih bagus, menggunakan box plastik, biar mudah pengolahannya. Sebelum pandemi, ada 5-10 hotel yang menjadi langganan tetapnya. Namun saat ini pesanan hotel nihil.

“Setiap box harganya antara Rp30-50 ribu, sebulan bisa terjual 100 kilogram. Minimal pembelian per box. Untuk mengakali, permintaan udang dan cumi ketika panenan banyak, kita stoking dulu. Kita berproses pelan-pelan, kita buat supaya bisa survive,” tutur Adhi.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan