LANGIT7.ID, Kendal - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menyatakan tak bersedia untuk maju kembali dalam pemilihan pengurusn PP Muhammadiyah.
Sebab, dirinya sudah memegang amanah sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah di tingkat kelurahan/desa, selain memberi kesempatan kepada tokoh/kader Muhammadiyah lain.
"Bagi kita semua, apapun posisi kita di Muhammadiyah tidak masalah, yang penting kita tetap bisa berperan dalam dakwah Persyarikatan," ujar Din Syamsuddin saat memberikan ceramah di Boja, Kendal, Ahad (9/10/2022) pagi.
Baca juga: Muhammadiyah Siap Gelar Muktamar ke-48 di SoloTerpenting, kata Din Syamsuddin, Muktamar harus disapih dari intervensi pihak luar, yang ingin mengatur dan mendikte Muhammadiyah. Kalau itu ada dan terjadi maka akan menjadi malapetaka bagi Muhammadiyah dan juga Indonesia.
Menurut Din Syamsuddin, saat ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dipimpin oleh dua professor, yaitu Prof. Dr. Haedar Nashir dan Prof. Dr. Abdul Mu'ti masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum, sudah berhasil meningkatkan kiprah Muhammadiyah bahkan ke mancanegara.
"Untuk itu beliau berdua masih perlu diberi kesempatan untuk memimpin Gerakan Dakwah Muhammadiyah pada periode yang akan datang. Tentu, dengan membuka peluang bagi tampilnya tokoh/kader muda Muhammadiyah yang mumpuni dan berintegritas," tegasnya dalam rilis yang diterima Langit7.
Muhammadiyah, menurut Din, sudah berpengalaman dalam menerapkan permusyawaratan yang elegan dan bermartabat. Oleh karena itu
Muktamar Solo tentu harus lebih baik, lebih maju.
"Alhamdulillah, Muhammadiyah dan Aisyiah tidak mengalami krisis pemimpin, karena banyak kader yang siap untuk melanjutkan gerakan Muhammadiyah ke depan," ujar Din Samsuddin, Ahad (9/10/2022)
Baca juga: Jelang Muktamar ke-48, Wali Kota Solo Khawatirkan KemacetanMuktamar ini, menurut Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu ini, adalah ajang silaturahim dan silatulfikri di antara sesama pejuang Persyarikatan.
"Semoga Muktamar ke 48 Muhammadiyah & Aisyiah di Solo, 19-20 Nopember 2022 nanti harus berwujud muktamar yg lancar, berkualitas, elegan, dan bermartabat," tegasnya.
Din juga meminta agar peserta, peninjau, dan penggembira harus berangkat dengan niat suci memajukan Muhammadiyah agar Muhammadiyah dapat memajukan Indonesia bahkan mencerahkan semesta, seperti tema muktamar.
(sof)