LANGIT7.ID, Jakarta -
Penyakit jantung tidak hanya menyerang orang-orang lanjut usia, tapi juga anak-anak. Ada 4 tanda
masalah jantung pada anak yang mesti dikenali orangtua.
Masalah
kardiovaskular mungkin cukup menyeramkan ketika harus dialami pada anak-anak. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi para orang tua untuk mengenali tanda-tanda masalah kardiovaskular pada sang buah hati.
Lantas apa saja 4 tanda itu? Melansir
Huffpost, berikut 4 tanda masalah kardiovaskular pada anak:
Baca Juga: Kenali Penyakit Jantung Bawaan yang Jadi Penyebab Kematian1. Keringat berlebih Bila Sahabat mendapati si kecil berkeringat terlalu banyak, termasuk di segala kondisi cuaca, itu bisa menjadi tanda peringatan untuk masalah jantung.
"Kondisi juga sangat penting diperhatikan saat bayi baru lahir. Apalagi bila anak keringatnya berlebihan sampai harus ganti baju setiap dua sampai tiga jam, itu harus diwaspadai,” kata ahli jantung anak dari Hassenfeld Children’s Hospital, NYU Langone, dr Achiau Ludormirsky, dikutip Senin (10/10/2022).
2. Penambahan berat badanLudormirsky menambahkan, kenaikan berat badan yang lambat dan pemberian makan yang buruk juga bisa menjadi tanda sebuah masalah.
"Terutama jika mereka sangat cepat tertidur di payudara atau botol (dot) setelah mereka mulai makan. Sebab, hal ini akan membuat mereka kekurangan kalori yang dibutuhkan," ujarnya.
3. Nyeri dada Selain menjadi tanda bagi orang dewasa, nyeri dada juga bisa dirasakan anak-anak dan menjadi tanda adanya masalah kardiovaskular.
Hal terpenting yang perlu diingat adalah anak-anak seringkali mengekspresikan rasa sakit ini dengan cara berbeda dari orang dewasa. Sehingga orang tua harus bisa sedapat mungkin menangkap sinyal pesan dari anak terkait hal ini.
“Itu normal jika detak jantung berubah berdasarkan apa yang kita lakukan, seperti tidur dengan berlari, tetapi terkadang detak jantung bisa menjadi sangat cepat saat tidak diperlukan," kata direktur kardiologi pediatrik, Boston University School of Medicine, dr Sharon E. O’Brien.
4. KeturunanMasalah pada jantung juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. "Dalam beberapa kasus, ada gen keluarga hiperkolesterolemia," kata Ludormirsky.
Untuk itu, dia mengimbau agar para orang tua dapat menghubungi dokter ahli jantung anak untuk mencegah penyakit jantung sedini mungkin.
(bal)