LANGIT7.ID, Jakarta - Terdapat 7 jenis air yang boleh dipakai umat Islam untuk
berwudhu. Tidak sembarang kriteria air yang boleh dipakai bersuci sebelum salat, lalu air apa saja?
Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII), Fuat Hasanuddin mengatakan dalam
Mazhab Syafi’i mengatakan, yang boleh di antaranya air bersih.
"Ada air langit (hujan), air laut, air sungai, air sumur, mata air, air salju dan juga air embun. Intinya adalah semua air yang ada dibumi murni dan semua air yang turun dari langit bisa digunakan untuk bersesuci," ujar Fuat dikutip dari situs UII, Rabu (12/10/2022).
Baca Juga: Tempat Wudhu dan Toilet di Rumah Sebaiknya Dipisah, Ini AlasannyaDia lalu menjelaskan terkait kriteria air. Menurutnya, hal tersebut terbagi menjadi empat macam, yakni pertama air yang suci dan mensucikan (air mutlak), kedua, air yang suci mensucikan tetapi makruh menggunakannya, kemudian yang ketiga air yang suci tapi tidak mensucikan, dan yang terakhir adalah air najis.
Lebih lanjut, alumni Universitas Zaitunah, Tunisia itu berkata gaya belajar dan pola pikir masyarakat saat ini sudah berbeda dengan masyarakat pada masa lampau.
Menurut dia, sekarang ini orang selalu meminta mengklarifikasi pernyataan melalui dalil dalil muttafaq, baik itu melalui Al-Qur’an, Hadist, Ijma’ maupun Qiyas.
"Di zaman sekarang ini fenomenanya menarik, kalau nanya ustadz ini hukumnya apa kemudian dijawab hukumnya makruh kalau orang dulu mungkin langsung diem," ujarnya.
"Kalau sekarang tidak, dalilnya mana ustadz. Saya sering mendapatkan pertanyaan seperti itu, maka ini menjadi fenomena menarik," kata dia.
Selain itu, dia menyatakan penggunaan dalil dalam kehidupan sehari hari dapat memberikan efek positif dalam kehidupan.
"Dalil ini bagi kita untuk memperkuat keyakinan terhadap amalan. Saya beri contoh kalau kita setiap hari ber-wudhu, tapi pernah tidak kita membayangkan ketika kita ber-wudhu misal mengusap kepala, kita terpikirkan 1 ayat di Al Quran tentang mengusap kepala, kalau kita memahami hal itu, membasuh kepala akan berbeda dari membasuh kepala biasa, rasanya beda," tambahnya.
(bal)