LANGIT7.ID - , Jakarta -
Harapan merupakan pemikiran yang dimiliki setiap manusia dalam
mengaktualisasikan tujuannya secara jelas. Menurut Founder High Performa Consulting, Harri Firmansyah harapan tidak dapat diartikan secara sembarangan.
Menurut Harri, harapan memiliki ciri tersendiri, di antaranya harus memiliki
goal atau pemikiran yang didasarkan pada tujuan. "Harapan tanpa
goal adalah bohong," kata Harri dalam acara daring bertajuk Menumbuhkan Harapan, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Doa Haru 3 Artis saat Umrah, Harapan untuk Anak hingga Minta Jodoh"Kita punya harapan besar tetapi tidak yakin untuk bisa mencapainya. Itu bukan harapan tetapi ngarep namanya. Ngarep itu tidak ada pikiran untuk
goals-nya. Harapan itu bukan serta-merta harapan," tambahnya.
Dia melanjutkan, meskipun sudah
berdoa tetapi jika tidak berpikir tujuannya, maka semua sia-sia. Karena itu harus diperjelas lagi tujuannya.
"Misal kita berdoa menjadi bermanfaat bagi orang lain, coba diperjelas bermanfaat bagi orang lain yang seperti apa. Supaya kita akan membuat diri menjadi bermanfaat dengan sebaik-baiknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi orang lain saja, tapi diri sendiri juga," katanya.
Kedua, saat membuat harapan Anda juga harus memiliki
pathways thinking atau alternatif-alternatif yang dibuat ketika satu cara mencapai harapan tersebut gagal.
Baca juga: Ulama Jadi Tumpuan Harapan dalam Perjuangan Merebut Kemerdekaan"Jalur alternatif bukan cuma berpikir jalur A. Kalau tidak kejadian, kita lakukan jalur B dan seterusnya, tidak. Tetapi, ada tindakan dari kita untuk melihat tindakan itu tidak cocok, maka kita mencari tindakan dengan tahapan lain," katanya.
Ketiga, agency thinking, yakni motivasi yang menggerakkan orang menuju tujuan mereka. Pemikiran agensi dapat mencakup pemikiran seseorang tentang kompetensinya (saya bisa melakukannya), kemampuan (saya tahu bagaimana melakukan ini) dan kesiapan untuk bertindak (saya siap untuk mencoba).
"Kita memutuskan sesuatu karena kita melihat diri kita
worth it atau layak," pungkas pria yang akrab disapa Kang Harri.
(est)