LANGIT7.ID, Jakarta - Nama Jenderal Ahmad Yani tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ia merupakan salah satu pahlawan Indonesia yang gugur dalam tragedi berdarah Gerakan 30 September (G30 S-PKI). Kini namanya diabadikan pada bangunan Masjid Ahmad Yani yang berlokasi di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.
Masjid tersebut berlokasi sangat dekat dari kediaman sang pahlawan dan masih satu kawasan. Tempat ibadah tersebut awalnya adalah musala mungil yang dibangun oleh Jenderal Ahmad Yani dan kawan-kawan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Takmir Masjid Ahmad Yani, Girin. Sayangnya, Girin tidak tahu secara detail tahun kapan masjid mengalami perubahan fisik.
Lanjutnya, kemudian secara bertahap dilakukan renovasi hingga menjadi bangunan masjid. Namun saat itu tempat ibadah tersebut bernama Masjid Al-Warifat.
Baca Juga: 5 Kunci Sukses Dakwah Nabi SAW kepada Masyarakat Jahiliyah"Nama Ahmad Yani di bawa nama dari beliau karena salah satu pendiri awal," kata Girin saat ditemui
Langit7.id, Senin (17/10/2022).
Kini Masjid Ahmad Yani terdiri dari dua lantai dan satu basement. Pada bagian basement biasa digunakan untuk kantor sekretariat dan sebagai tempat kegiatan keagamaan anak-anak.
Persis di samping masjid, terdapat hunian kosong milik seorang darmawan yang meminjamkan teras rumah tersebut untuk menambah daya tampung masjid. Teras dari rumah itu pun cukup luas dan mampu menampung sekitar 50 jamaah ketika salat Jumat.
"Biasanya dulu salat Jumat sampai keluar, supaya tidak kepanasan makanya dipinjamkan ini dan dirapihkan," ujar pria 52 tahun itu.
Dengan adanya teras tersebut, secara keseluruhan Masjid Ahmad Yani kini mampu menampung sekitar 500 jamaah lebih. Pantauan
Langit7 saat di lokasi, tak sedikit jamaah yang singgah merebahkan diri untuk melepas penat di teras rumah tersebut.
Baca Juga: Wamenag: Dakwah Islam Tak Bisa Lepas dari Peran Masjid(zhd)