LANGIT7.ID - , Jakarta - Sebagian
masyarakat Indonesia masih mempercayai adanya hari-hari yang harus dihindari karena dianggap membawa
kesialan. Di hari-hari tersebut, sebagian masyarakat memilih untuk tidak melaksanakan sesuatu yang dianggap penting dalam hidupnya.
Pendakwah Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal mengatakan mempercayai adanya hari sial adalah
syirik. Sebab itu termasuk khurafat (cerita tentang hal-hal yang ajaib dan aneh yang merupakan
kedustaan). Hal ini dalam Islam dikenal dengan tathayyur, yakni merasa bernasib sial karena sesuatu.
Baca juga: Selain Syirik, Ini Perbuatan yang Tidak Dimaafkan Allah SWTSebagaimana disebutkan dalam hadis dari Aisyah
radhiyallahu ’anha, bahwa Rasulullah
shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
أتدرون ما خرافةُ ؟ إنَّ خُرافةَ كان رجلًا من عذرةٍ أسرَتْه الجنُّ في الجاهليةِ ، فمكث فيهم دهرًا ، ثم ردُّوه إلى الإنسِ ، فكان يُحدِّثُ الناسَ بما رأى فيهم من الأعاجيبِ ، فقال الناسُ : حديثُ خُرافَةَ
“Apakah kalian tahu kisah tentang khurafah? Sesungguhnya khurafah adalah seorang lelaki dari Bani Udzrah, yang ditawan oleh kaum jin di masa Jahiliyah. Khurafah tinggal bersama para jin beberapa waktu. Kemudian para jin mengembalikannya ke tengah manusia. Kemudian si Khurafah ini menceritakan kisah-kisah ajaib yang ia lihat. Maka setelah itu, manusia punya istilah baru yaitu: cerita khurafah” (HR. Ahmad no. 25283, dinilai sebagai hadis yang dhaif oleh Al-Albani dalam Silsilah Adh-Dha’ifah no. 1712).
Maka itu, menurut dia kepercayaan demikian harus diluruskan sebab dalam
syariat Islam termasuk syirik.
Baca juga: Ini Syarat agar Dosa Syirik Tetap Diampuni Allah SWT"Ini mesti diluruskan karena kalau dalam kacamata syariat, kacamata aqidah Islam ini termasuk dalam perbuatan syirik, beranggapan sial dengan hari semacam itu. Sesungguhnya beranggapan sial itu syirik," ujar Ustaz Abduh dikutip dari Instagram Kajian Islam, Selasa (18/10/2022).
(est)