LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan alasan pemilihan tema "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan" dalam Peringatan Hari Santri 2022. Tema besar tersebut terinspirasi dari pesan-pesan historis dan filosofis KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan
Gus Dur dalam setiap pemikiran dan gerakan, menempatkan aspek kemanusiaan sebagai perhatian utama. "Sebagai seorang santri dan ulama, beliau dikenal sangat toleran dan mengayomi semua umat karena selalu melihat manusia dari dimensi kemanusiaannya," kata Ramdhani di Jakarta, Rabu (19/10/2022).
Baca Juga: Peserta Upacara Hari Santri di Kemenag Gunakan Sarung dan BerpeciPria yang akrab disapa Dhani itu mengenang Gus Dur ketika menjabat Presiden RI ke-4 saat berpidato di acara Akhirussanah Pesantren Tegalrejo Magelang. Gus Dur bercerita bahwa sejak zaman Walisongo, warisan pesantren yang paling berharga adalah kecintaan kepada kemanusiaan.
"Di situ Gus Dur mengungkapkan, ilmu yang diperoleh semasa ngaji dengan KH Chudlori di Pesantren Tegalrejo adalah rasa kemanusiaan yang harus tumbuh pada diri kita," kenang Dhani.
Dhani menuturkan humanisme Gus Dur merujuk pada sikap pemuliaan yang tinggi atas manusia sebagai makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah SWT. Adapun konsekuensi dari filosofi ini maka setiap manusia harus menjaga martabat kemanusiaan.
Baca Juga: Peringati Hari Santri, Wali Kota Magelang: Momentum Satukan Umat"Gus Dur adalah representasi lengkap sebagai santri kosmopolitan. Oleh sebab itu, siapa pun kita tidak ada alasan untuk tidak meneladani beliau, Bapak Bangsa yang cinta toleransi, membela kaum lemah, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan," ujar Guru Besar Sunan Gunung Djati Bandung itu.
Lebih lanjut, Dhani berharap peringatan
Hari Santri 2022 dengan mengusung isu kemanusiaan memberi dampak positif untuk kebaikan bangsa dan negara. Dia pun mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk memeriahkan Hari Santri dengan gembira dan sukacita.
"Hari Santri merupakan pengakuan dari Negara atas jasa dan kontribusi kaum santri. Tetapi, Hari Santri bukanlah miliki satu golongan, melainkan milik masyarakat luas. Mari semarakkan dan ramaikan bersama-sama," tuturnya.
Baca Juga:
Rayakan Hari Santri di Korsel, Ini Pesan Menag
Menag Terbitkan Edaran Peringatan Hari Santri, Ini Isinya
Mengenal Hari Santri 2022: Tema, Agenda, dan Logo
(asf)