Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home global news detail berita

5 Tanda Kiamat yang Sudah Mulai Terlihat Kasat Mata

fajar adhitya Kamis, 20 Oktober 2022 - 19:37 WIB
5 Tanda Kiamat yang Sudah Mulai Terlihat Kasat Mata
Ilustrasi tanda kiamat yang sudah terlihat kasat mata. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Terdapat 5 tanda kiamat yang sudah mulai terlihat kasat mata. Kondisi ini menjadi peringatan bagi umat Islam agar lebih menekuni ibadah ketimbang urusan dunia.

Kiamat memang menjadi rahasia Allah SWT. Namun ada tanda-tanda yang bisa dirasakan mengenai hari akhir tersebut, sehingga manusia senantiasa mengingat Rabb-Nya.

Ada tanda kiamat yang bersifat umum sebagai isyarat bahwa alam semesta akan menuju kehancuran. Salah satunya kerusakan-kerusakan pada ciptaan Allah SWT yang vital.

Baca Juga: Membawa Syafaat di Hari Kiamat, Ini Keutamaan Baca Al-Qur'an

Berikut 5 tanda fisik kiamat di bumi dilansir buku Kiamat dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama:

1. Banyaknya Banjir, Longsor, dan Kekeringan

Secara kasat mata dapat dirasakan betapa bumi semakin rusak. Kerusakan hutan yang makin gundul akibat penebangan dan pembukaan lahan yang tidak memperdulikan keberlanjutan mengakibatkan tanah longsor dan banjir bandang.

Lingkungan perkotaan makin tidak nyaman, udara makin kotor dan panas, sampah bertebaran, serta sungai menyempit, kotor, dan dangkal sehingga banjir sealu menjadi mimpi buruk pada musim penghujan.

Anomali iklim ekstrem menyebabkan kekeringan panjang, curah hujan besar, serta bencana lainnya kini makin sering terjadi.

Bumi semakin rusak dengan perubahan yang bersifat lokal, regional, dan global. Bahkan, beberapa hasil penelitian lembaga riset menunjukkan fakta adanya perubahan yang berpotensi mengancam kehidupan manusia saat ini dan di masa mendatang.

Firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

2. Rusaknya Ekosistem Laut

Kebiasaan masyarakat membuang sampah, baik di sungai atau tempat lain, merusak ekosistem laut. Terumbu karang rusak karena laut terpolusi dan tercemar.

Hewan-hewan laut semakin sulit hidup karena sebagian sumber makanannya (terumbu karang) tidak lagi memadai. Biota laut tidak dapat tumbuh secara wajar karena lingkungannya rusak.

Firman Allah dalam Surat Fatir ayat 45:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِعِبَادِهٖ بَصِيْرًا ࣖ

Artinya: Sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak dan bernyawa di bumi ini. Akan tetapi, Dia menangguhkan (hukuman)-nya sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka, apabila datang ajal (waktu ditimpakannya hukuman atas) mereka, sesungguhnya Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

3. Banyaknya Polusi Udara

Dalam keadaan normal, langit yang bersih dari polusi atau kerusakan dapat memberi manfaat maksimal bagi manusia dan makhluk lainnya. Manusia dapat menghirup udara bersih yang menyehatkan.

Kerusakan langit disebabkan kontaminasi yang merubah ekosistemnya. Kontaminasi terjadi misalnya akibat polusi udara yang timbul dari pembakaran hutan/ lahan, penggunaan bahan bakar minyak yang berlebihan, serta pemakaian pendingin udara atau freon yang tidak terkendali.

Bumi dilingkupi oleh atmosfer yang melindungi penduduknya dari paparan sinar matahari secara langsung yang mengandung sinar ultraviolet, yang dapat merusak lingkungan. Pembakaran hutan secara besar-bersaran menyebabkan hilangnya unsur pembersihan udara.

4. Global Warming

Kerusakan-kerusakan di langit juga bisa berdampak negatif lebih luas. Penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi, batubara, dan gas bumi) untuk industri, transportasi, dan rumah tangga terus meningkatkan kadar karbondioksida di udara.

Bumi pun menjadi semakin panas karena panas yang dilpaskan bumi tertahan oleh karbondioksida dan uap air di lapisan bawah atmosfer sehingga tidak dapat dilepaskan ke angkasa luas. Kondisi ini dinamakan efek rumah kaca.

Terjadi global warming, dunia makin menghangat karena efek rumah kaca. Efek ini timbul akibat terperangkapnya panas yang tidak dapat dilepaskan ke luar angkasa.

5. Mencairnya Es Kutub dan Tenggelamnya Daratan

Efek rumah kaca terus mengalami peningkatan membuat suhu atmosfer akan meningkat. Ini akan mengakibatkan melelehnya gunung es di kutub yang akan menaikkan ketinggian permukaan air laut.

Kalau itu terjadi maka akan banyak pulau dan daerah pantai yang tenggelam. Dampak ikutan lain dari mencairnya es di kutub adalah rusaknya keseimbangan suhu bumi yang semakin menambah meningkatnya suhu jagat raya.

Peningkatan suhu global pada abad 21 diperkirakan akan meningkatkan level pemukaan air laut sekitar 6 cm per dekade. Kenaikan ini terutama diakibatkan oleh mengembangnya air laut dan mencairnya lapisan es di kutub.

Menjelang tahun 2030 tinggi air laut rata-rata dunia diperkirakan meningkat sekitar 20 cm dibandingkan saat ini. Dalam jangka panjang, beberapa pulau akan hilang dan laut menggenangi daerah pinggiran pantai.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)