Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

4 Pesantren Tertua di Indonesia, Ada Sejak Kolonial Belanda

mahmuda attar hussein Jum'at, 21 Oktober 2022 - 10:00 WIB
4 Pesantren Tertua di Indonesia, Ada Sejak Kolonial Belanda
Ilustrasi pondok pesantren tertua di Indonesia. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 pondok pesantren tertua di Indonesia yang tercatat sudah berdiri sejak masa kolonial Belanda. Sebagian besar pondok tersebut berada di daerah Cirebon.

Indonesia memiliki banyak pesantren. Dari data Kementerian Agama tercatat pada 2020 sedikitnya terdapat 28.194 pesantren di seluruh Indonesia dengan 5 juta jiwa santri mukim.

Dari sekian banyak ponpes tersebut, tercatat ada 4 pondok pesantren tertua di Indonesia. Semuanya berdiri sejak tahun 1700-an dan sebagian besar berada di Cirebon.

Baca Juga: Tips Pilih Pesantren Ala Kemenag

Berikut 4 ponpes tertua di Indonesia mengutip data dari Kementerian Agama dan beberapa sumber lainnya:

1. Pondok Pesantren Sidogiri

Ponpes Sidogiri didirikan oleh seorang Ulama dari Cirebon Jawa Barat bernama Sayyid Sulaiman yang merupakan cucu Sunan Gunung Jati.

Sayyid Sulaiman membabat dan mendirikan pondok pesantren di Sidogiri dengan dibantu oleh Kiai Aminullah, menantu sekaligus santrinya.

Dalam satu surat tahun 1971 yang ditandatangani oleh KA Sadoellah Nawawie, tertulis bahwa tahun tersebut (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari sini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745.

2. Pondok Pesantren Jamsaren

Pondok Pesantren yang terletak di tengah Kota Solo ini berdiri pada tahun 1750 di masa pemerintahan Pakubuwono (PB) IV.

Ponpes Jamsaren adalah salah satu ponpes tertua yang ada di Kota Solo dan telah melahirkan banyak santri yang kemudian menjadi tokoh tingkat nasional.

Pondok Jamsaren juga pernah mengalami masa vakum. Vakumnya pondok pada 1830 disebabkan terjadinya operasi tentara Belanda.

Setelah sekitar 50 tahun vakum, seorang Ulama dari Klaten yang merupakan keturunan pembantu Pangeran Diponegoro, KH Idris membangun kembali surau, yang kemudian menjadi pesanren tersebut.

3. Pondok Pesantren Buntet

Pondok Pesantren Buntet didirikan oleh Kiai Muqoyyim. Ulama tersebut merupakan putra Kiai Badul Hadi yang merupakan keturunan bangsawan dari Kesultanan Cirebon.

Pondok Pesantren Buntet dikenal sebagai salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia yang berdiri pada tahun 1750.

Ditinjau dari sejarahnya, pendirian pondok pesantren legendaris di Jawa Barat itu disebutkan merupakan hasil pelampiasan dari Kiai Muqoyyim saat dirinya keluar dari lingkungan Kasultanan Cirebon di Keraton Kanoman.

Cikal bakal Pondok Pesantren Buntet tersebut kemudian didirikan oleh Kiai Muqoyyim pasca kepergiannya dari Keraton Kanoman ke kawasan kampung Kedung Malang, Desa Buntet Kecamatan Astanajapura Cirebon.

4. Ponpes Darul Ulum Banyuanyar

Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura, bermula dari sebuah langgar (musholla) kecil yang didirikan oleh Kiai Itsbat bin Ishaq sekitar tahun + 1787 M/1204 H.

Pada awal berdirinya, Pondok Pesantren Banyuanyar hanya berlokasi di atas sebidang tanah tegalan yang sempit dan gersang yang kemudian dikenal dengan sebutan Banyuanyar.

Di lokasi inilah Kiai Itsbat mengasuh para santrinya dengan penuh istiqomah dan sabar, sekalipun sarana dan fasilitas yang ada pada saat itu jauh dari kecukupan.

Mengacu pada awal didirikannya langgar di kompleks yang sekarang merupakan Pondok Pesantren Banyuanyar, pesantren ini lahir di sekitar pertengahan kedua di abad ke-18, yaitu kurang lebih di tahun 1788 Masehi atau bertepatan dengan 1204 Hijriah.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)