LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak meningkat menjadi 241 kasus. Apa penyebab gagal ginjal akut masih jadi tanda tanya.
Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menjelaskan, penyebab gagal ginjal akut pada anak masih menjadi sebuah misteri. Menurutnya, keterkaitan gagal ginjal akut dengan konsumsi obat sirop parasetamol masih belum bisa dipastikan.
“Ini masih jadi misteri. Kejadian gagal ginjal akut kok baru ada belakangan ini, padahal penggunaan sirup obat parasetamol sudah cukup lama dan aman digunakan,” katanya dilansir laman resmi UGM, Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Gangguan Ginjal Akut pada Anak Capai 241 kasus, 133 Meninggal BPOM mengungkapkan ada lima obat sirup yang dinyatakan mengandung cemaran EG dan DEG diatas batas aman. Kendati begitu, Zullies mengatakan hingga saat ini semua masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan hubungan antara gagal ginjal akut dengan senyawa tersebut dalam kandungan obat.
Ia menjelaskan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) merupakan satu cemaran yang bisa dijumpai pada bahan baku pelarut pada obat sirop. Pada obat parasetamol dan banyak obat lainnya yang sukar larut air diperlukan bahan tambahan untuk kelarutan, biasanya di Indonesia digunakan propilen glikol atau gliserin.
“Sebenarnya ini wajar, selama masih dalam ambang batas maka tidak berisiko efek toksik termasuk gagal ginjal akut,” jelas Guru Besar Fakultas Farmasi UGM ini.
Zullies mengatakan terdapat berbagai faktor penyebab gagal ginjal akut. Misalnya, adanya infeksi tertentu seperti leptospirosis yang salah satunya bisa menyerang ginjal. Selain itu, infeksi bakteri E. coli juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut.
Zullies mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Untuk saat ini masyarakat disarankan mengikuti saran dari lembaga resmi pemerintah seperti Kemenkes, BPOM, asosiasi dokter untuk menghindari konsumsi semua obat sirop hingga diperoleh hasil yang lebih pasti.
Baca juga: Kalbe Farma Klaim Produknya Tidak Mengandung EG dan DEG Kajian sementara dari Kemenkes menyebutkan bahwa penapisan terhadap virus dan bakteri telah dilakukan, tapi belum terbukti kuat sebagai penyebab gagal ginjal akut. Peningkatan tajam terjadi pada tiga bulan terakhir.
Pada Agustus ada 36 dilaporkan kasus gagal ginjal, September naik menjadi 78, dan Oktober sudah ada 110 kasus. Jumlah kasus berdasarkan kelompok umur lebih banyak anak usia 1-5 tahun.
(sof)