LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat peningkatan kasus
Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/
Acute Kidney Injury (AKI) pada anak, terutama anak di bawah usia lima tahun.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, penyakit yang belum diketahui penyebabnya itu meningkat menjadi 241 kasus dan 133 meninggal akibat gagal ginjal akut.
"Hari ini saya ingin memberi update lanjutan dari dua hari lalu. Sampai sekarang kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan ginjal akut di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus," kata Budi dalam konferensi pers di Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: Kisah Pilu Orang Tua Kehilangan Bayi 7 Bulan karena Gagal Ginjal Akut
Peningkatan tajam terjadi pada tiga bulan terakhir. Pada Agustus ada 36 dilaporkan kasus gagal ginjal, September naik menjadi 78, dan Oktober sudah ada 110 kasus.
Jumlah kasus berdasarkan kelompok umur lebih banyak anak usia 1-5 tahun. Bulan ini, ada 26 anak usia 1 yang terdampak, anak usia 1-5 tahun sebanyak 153, usia 6-10 tahun terdapat 37 anak, dan usia 11-18 ada 25 orang.
Seiring peningkatan kasus tersebut, Kemenkes meminta para orang tua agar tidak panik dan tetap tenang. Namun, harus waspada, terutama jika anak mengalami gejala seperti diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk, disertai jumlah air seni semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil.
“Ini sangat penting kepada seluruh masyarakat, khususnya yang mempunyai anak di bawah umur 18 tahun, utamanya adalah anak balita, kalau terjadi penurunan frekuensi buang air kecil dan juga penurunan air kencingnya, bahkan sama sekali tidak keluar air kencingnya atau yang disebut anuria itu, maka segera dilakukan pemeriksaan atau dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Jru Bicara Kemenkes, Syahri, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/10/2022).
(jqf)