LANGIT7.ID, Jakarta - Menuju muktamar Muhammadiyah ke-48, Panitia Pusat Muktamar bersama Majelis Pustaka dan Informasi meluncurkan
wikimu.org di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Peluncuran
wikimu.org bertujuan untuk meneguhkan Muhammadiyah sebagai organisasi berkemajuan, Muhammadiyah hadir di ranah digital secara lebih massif.
Selain konten-konten yang masih tercecer kini akan lebih terintegrasi dalam sebuah ruang digital.
Wikimu.org diluncurkan langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad.
Dalam peluncuran tersebut, Dadang Kahmad menyampaikan tentang inovasi yang menjadi karakter Muhammadiyah. "Peluncuran
wikimu.org melengkap karya-karya MPI yang sudah dibuat sebelumnya seperti TVMU, Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM), DigiMu, rintisan Fiqih Informasi, Museum Muhammadiyah, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW), buku Ensiklopedi Muhammadiyah, buku Fachrodin, dan yang lainnya," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Muktamar, Muhammadiyah Gagas Forum Lintas Agama se-DuniaDia mengatakan, Kehadiran
wikimu.org ini tiada lain merupakan persembahan MPI di akhir periode ini untuk meneguhkan Muhammadiyah di ranah digital. "Jadi walaupun ini sudah akhir periode, MPI ini terus berkarya, membuat sesuatu untuk kemajuan Muhammadiyah." ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Program, Arif Nurahman menuturkan, secara teknik berbeda dengan website dan media lain yang sudah ada di Muhammadiyah. Karena wikimu merupaka platform baru yang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengisi, mengedit dan menyempurnakan konten yang sudah ada.
"Jadi
wikimu.org ini merupakan sarana digital yang dipersembahkan bukan hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi juga unyuk seluruh umat manusia yang membutuhkan informasi tentang Muhammadiyah secara dinamis." jelas Arif.
Dalam sesi diskusi tentang 'Transformasi Muhammadiyah di Era Digital', Agus Sudibyo menyatakan bahwa Muhammadiyah sebenarnya sudah bertransformasi sejak dulu, yang dibutuhkan justru Muhammadiyah membantu transformasi negeri ini. Namun demikian, Sudibyo juga mewanti-wanti bahwa dunia digital ini banyak persoalan, karenanya harus disikapi secara serius.
"Karenanya saya berharap digitalisasi harus masuk ke kurikulum sekolah. Sekarang dampak negatif digital sudah sangat nyata dan massif, tapi menanganinya belum serius," ucap dia.
"Karenanya harus menjadi bagian dari pembelajaran formal agar lebih serius. Di sini Muhammadiyah harus ambil peran," sambungnya.
(zhd)