Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home global news detail berita

Sejarah dan Makna Dibalik Ikrar Sumpah Pemuda

ummu hani Jum'at, 28 Oktober 2022 - 11:47 WIB
Sejarah dan Makna Dibalik Ikrar Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II di Jakarta yang terjadi pada 27-28 Oktober 1928. Foto: Kemendikbud.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap 28 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Gagasan sejarah ini merupakan gambaran pentingnya peran pemuda dalam pembangunan Indonesia dalam segala aspek.

Presiden pertama RI, Soekarno, pernah berkata, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”.

Hal tersebut menjadi bukti, pentingnya pemuda untuk sebuah kemajuan.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, TMII Gelar Upacara Berpakaian Adat

Adapun gagasan Sumpah Pemuda diawali oleh penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).

PPPI merupakan organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama dilakukan pada Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Kongres pertama ini guna memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda.

Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Melansir dari Kemendikbud, Jumat (28/10/2022) rapat kedua digelar pada Ahad, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop untuk membahas masalah pendidikan.

Baca juga: Wisata ke Museum Sumpah Pemuda, Ada di Daerah Senen Jakarta

Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat, setiap anak harus mendapat pendidikan kebangsaan dan keseimbangan antara lingkungan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Rapat ketiga, di gadung Indonesische Clubhuis Kramat. Pada ini, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan.

Sedangkan Ramelan menjelaskan, kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut meriah oleh peserta kongres.

Rumusan hasil kongres pun dibacakan. Terbentuklah ikrar sumpah setia, Sumpah Pemuda.

Baca juga: Isi Teks Sumpah Pemuda, Dicetuskan 28 Oktober 1928

Pertama.

Kami poetera dan poeteri indonesia,
mengakoe bertoempah darah jang satoe,
tanah indonesia.

Kedoea.

Kami poetera dan poeteri indonesia,
mengakoe berbangsa jang satoe,
bangsa indonesia.

Ketiga.

Kami poetera dan poeteri indonesia,
mendjoendjoeng bahasa persatoean,
bahasa indonesia.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)