LANGIT7.ID, Surabaya - Ketua
Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Panut Mulyono, mengatakan, perguruan tinggi di Indonesia harus menjadi bagian dari solusi ragam masalah di tengah masyarakat. Para akademisi harus memproduksi ide-ide yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia.
“Perguruan tinggi sudah semestinya menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Akademisi harus progresif, dan penuh dengan ide-ide yang menginspirasi bangsa untuk mencapai kemajuannya,” kata Panut dalam pertemuan Forum Rektor Indonesia (FRI) di Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (29/10/2022).
Panut mengatakan, FRI sebagai wadah pertemuan seluruh
rektor di Indonesia bisa menjadi agen perubahan untuk mencapai cita-cita tersebut. FRI bisa menelurkan ide kreatif dan inovatif serta bergerak secara kolaboratif dan sinergis untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Forum Rektor Indonesia Bertemu Bahas 3 Isu Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui forum itu, para rektor harus menyadari bahwa perguruan tinggi harus selalu relevan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi harus relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Dunia kerja saat ini membutuhkan berbagai macam
skill atau kecakapan dan kompetensi baru sesuai dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ujar Mantan Rektor UGM itu.
Perguruan tinggi harus adaptif dan menjadi institusi terdepan mencetak SDM unggul dan berdaya saing. Unggul dalam penguasaan
skill dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu melakukan pengembangan diri sepanjang hayat, serta memiliki karakter mulia.
Baca Juga: Mohamad Nasir: Santri Jadi Profesor, Rektor hingga Menteri
“Maka itu, lulusan perguruan tinggi dapan menjadi pemandu bangsa Indonesia dan umat manusia menuju peradaban baru yang mulia,” kata Panut.
Apalagi, kata dia, pandemi Covid-19 sudah mulai berakhir dan kehidupan masyarakat sudah mendekati normal. Kampus sudah mengadakan luring yang bisa memberikan pembelajaran yang lebih baik.
“Namun demikian perkuliahan daring dan bauran dengan menggunakan teknologi pembelajaran terkini yang sudah kita kuasai, karena dorongan covid, tetap jadi pelengkap pembelajaran kita, untuk efisiensi, efektivitas, dan pencapaian pembelajaran yang lebih optimal,” ungkap Panut.
(jqf)