LANGIT7.ID, Jakarta - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu destinasi wisata sejuta pesona. Selain lengkap dengan miniatur dan budaya Indonesia, tempat wisata yang satu ini juga terdapat simbol kerukunan beragama, yakni dengan adanya Masjid Pangeran Diponegoro serta beberapa rumah ibadah lainnya.
Masjid tersebut diresmikan berbarengan dengan peresmian TMII pada 1975. Masjid Pangeran Diponegoro merupakan salah satu fasilitas bagi pengunjung atau wisatawan untuk menunaikan salat di sela-sela waktu berlibur di TMII.
Meski berada di kawasan destinasi wisata, masjid ini sempat mengalami renovasi serta perluasan pada tahun 2012. Sarana ibadah umat muslim yang satu ini selalu dipenuhi jamaah, bahkan sampai melebihi kapasitas hingga akhirnya dilakukan perluasan sekaligus renovasi.
"Jadi tambah perluasan, di samping itu kan ada serambi, jadi serambi itu yang diperluas," kata Ketua DKM Masjid Pangeran Diponegoro, Hudi Nursamsi saat ditemui
Langit7.id di TMII, Jakarta Timur, akhir pekan ini.
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Muminun Ayat 2: Makna Redaksi Khusyuk dalam SalatSelain itu, masjid ini terletak di antara dua rumah ibadah lainnya yakni gereja dan vihara. Menurut dia, ini melambangkan toleransi dan kerukunan beragama di negeri Indonesia yang diimplementasikan oleh pihak TMII.
"Kawasan ini merupakan tempat rumah ibadah, jadi kalau di sebar-sebar sulit para pengunjung, mana sih tempat rumah ibadah," jelasnya.
Masjid Pangeran Diponegoro memiliki daya tampung sekitar 2.000 jamaah yang terdiri dari dua lantai. Masjid berdiri di atas tanah seluas 2.850 meter persegi dengan luas bangunan 760 meter persegi.
Nama 'Pangeran Diponegoro' juga diambil untuk mengabdikan nama seorang tokoh pahlawan nasional yang sekaligus memimpin agama Islam bersama masyarakat Yogyakarta gigih melawan penjajahan Belanda.
![Masjid Pangeran Diponegoro TMII Terletak Antara Vihara dan Gereja]()
(zhd)