LANGIT7.ID, Jakarta - Warga Arab Saudi merayakan
halloween. Perayaan musim seram dimulai di Riyadh setelah Boulevard diubah menjadi pesta kostum di seluruh tempat selama acara "Scary Weekend", yang berlangsung pada hari Kamis dan Jumat.
Pengunjung yang berdandan diberikan akses masuk gratis ke Boulevard dengan syarat mereka mengenakan kostum yang menakutkan.
"Ini perayaan yang luar biasa, jujur, dan ada semangat kegembiraan ... Dalam hal haram atau halal, saya tidak tahu tentang itu,” ujar warga Arab Saudi di Riyadh, Abdurrahman dilansir Arabnews, Ahad (30/10/2022)
Menurutnya, pesta kostum Halloween adalah salah satu agenda yang menyenangkan.
Baca juga: 16 Tragedi Kerumunan Paling Mengenaskan, Termasuk di Indonesia “Kami merayakannya hanya untuk bersenang-senang dan tidak ada yang lain. Kami tidak percaya pada apa pun,” ujarnya.
Abdulrahman, memamerkan kostum makhluk mitologi Amerika Utara Wendigo. Legenda mengatakan bahwa makhluk folkloric adalah roh jahat yang merasuki manusia, menyusupi perasaan serakah, dan sosok yang kanibal.
Acara ini didedikasikan untuk menampilkan penyamaran yang menakutkan dan mengarak desain kreatif warga Saudi dan penduduk.
Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang penuh dengan kesenangan, sensasi, dan kegembiraan saat orang-orang menemukan cerita di balik berbagai kostum karakter.
"Tindakan ini didasarkan pada niat. Aku di sini hanya untuk bersenang-senang,” kata peserta yang lain, Khaled Alharbi. Alharbi datang bersama keluarganya, dengan anggota berpakaian seperti dokter, perawat, dan konsultan berlumuran darah.
Dikutip laman Konsultasi Syariah, Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan, turut merayakan hari raya sekelompok umat, sama dengan meniru kebiasaan mereka.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umat Islam untuk meniru kebiasaan orang kafir.
من تشبه بقوم فهو منهم
“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud) Ustadz Ammi menerangkan, meskipun tidak ada unsur ritual peribadatan, perayaan orang kafir tidak boleh dimeriahkan orang mukmin. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan.
Baca juga: Jokowi Sampaikan Duka Cita untuk Korban Tragedi Itaweon Lalu Rasulullah bersabda di hadapan penduduk madinah,
قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر
“Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i). Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini.
(sof)