LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan jika Indonesia dibangun dengan asas kebhinekaan. Karenanya, tidak boleh ada satu golongan atau satu mazhab yang ingin menguasai Indonesia untuk kepentingan sendiri.
Haedar Nashir berpesan kepada negara supaya tidak bermahzab. Menurutnya, negara tidak perlu campur tangan dengan dinamika pemikiran keagamaan karena akan membahayakan bagi kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik Bangsa Indonesia.
Guru Besar Sosiologi ini menegaskan bahwa tidak boleh ada satu golongan atau satu mazhab yang mengklaim paling Indonesia. Indonesia, katanya, adalah milik bersama, ini merupakan makna dari persatuan Indonesia dan makna dari gotong royong.
“Jangan sering bicara gotong royong, persatuan, atau ukhuwah, lalu bicara tentang Pancasila, kebhinekaan tapi sifatnya, wataknya, prakteknya eksklusif. Eksklusif itu tadi merasa paling benar, paling kuat, paling besar lalu menyalahkan yang lain dan merasa Indonesia itu sebagai miliknya,” kata Haedar dikutip laman resmi Muhammadiyah, Senin (31/11/2022).
Baca juga: Haedar Nashir: NKRI Dibangun Atas Persatuan BangsaHaedar menjelaskan, Indonesia dibangun di atas fondasi persatuan semua golongan. Adalah hal wajar dalam negara dengan kemajemukan yang tinggi terdapat perbedaan pandangan.
Selama perbedaan tersebut hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya cabang bukan pokok itu menjadi suatu yang biasa. Ia mengimbau agar umat Islam saling tasamuh, tidak boleh saling menyesatkan, merasa kelompoknya yang paling benar dan yang lain salah.
“Apalagi ada yang merasa mazhabnya besar dan kuat lalu ingin menguasai seluruh umat, ingin menguasai negara. Itu tidak betul, baik tidak betul dari segi ukhuwah, juga tidak betul dari segi ketatanegaraan,” ucap Haedar.
Baca juga: Haedar Nasir: Kebijakan Negara Jangan Rugikan AgamaDia meminta warga Muhammadiyah tidak boleh ada yang memiliki sifat seperti itu. Dirinya mendorong supaya warga Muhammadiyah untuk selalu berada pada garis haluan organisasi dan kepribadian Muhammadiyah, yang bisa bergaul dengan siapapun.
(sof)