Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home global news detail berita

Haedar Nasir: Kebijakan Negara Jangan Rugikan Agama

mahmuda attar hussein Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:15 WIB
Haedar Nasir: Kebijakan Negara Jangan Rugikan Agama
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Dok Muhammadiyah).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan agar kebijakan negara jangan sampai merugikan agama, apalagi hingga terkesan antiagama.

Menurut dia, negara tidak boleh terbawa arus pada gerakan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara agama. Negara juga harus fokus terhadap ancaman untuk mengubah Indonesia menjadi negara sekuler.

"Untuk itu, kebijakan yang diproduksi negara juga perlu menyerap pandangan dari agama-agama di Indonesia. Apalagi, seluruh agama memang menginginkan kebaikan bagi Indonesia," katanya seperti dilansir laman Muhammadiyah, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga: Jelang Muktamar, Muhammadiyah Bekasi Bakal Gelar Karnaval Akbar

Guru Besar Sosiologi UMY ini juga mengungkapkan, ekspresi keagamaan di Indonesia dijamin konstitusi. Sehingga tidak bisa dengan mudah menyematkan label ekstrem ketika umat beragama mengekspresikan keagamaannya.

"Aktualisasi atas agama yang diyakini itu tidak salah, yang salah adalah ketika identitas agama digunakan untuk menyerang yang lain," katanya.

Agama kerap kali menjadi isu sensitif di Tanah Air. Untuk itu, dia mengingatkan agar setiap identitas keyakinan tidak menjadi bahan untuk dipertentangkan dan bisa menggunakan pandangan moderat sebagai dasar beragama dan bernegara.

"Jangan sampai menjadikan negara sebagai alat untuk menghadap-hadapkan sesama anak bangsa," ujarnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan