LANGIT7.ID, Jakarta - Di tengah hiruk pikuk kawasan pusat perekonomian Jakarta, terdapat sebuah masjid sebagai pengingat ibadah kepada Allah SWT yakni Masjid Al-Bayyinah. Lokasi tepatnya berada di Jalan Setia Budi Selatan Raya nomor 1, Kuningan, Jakarta Selatan.
Masjid ini didirikan oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) pada tahun 1992. Karena perumahan GKBI berdekatan dengan lokasi berdirinya masjid. Seiring berjalannya waktu, perumahan GKBI dipindahkan hanya bergeser sedikit namun di kawasan yang sama.
Oleh karena itu, masjid pun ikut direlokasi yang tidak berjauhan dari perumahan GKBI. Uniknya, masjid ini memiliki jumlah tiang penyangga yang sengaja dibuat sebanyak asmaul husna, yaitu 99. Tak lain tujuan penyangga tiang sebagai simbol pengingat kepada Allah untuk menegakan syariat ajaran Islam.
Selain itu, Masjid Al-Bayyinah juga memiliki kegiatan keagamaan seperti kajian rutin setiap Selasa ba'da Dzuhur, Jum'at malam, dan Rabu malam selepas ba'da Isya. Bahkan guru yang mengisi kajian pada hari Selasa yakni Ustaz Abi Makki, tepatnya pekan ketiga dalam sebulan. Kemudian juga bergantian dengan Ustaz Prof Dr Abdul Muta Ali.
"Ustaz Abi Makki itu sejarahnya mulai pertama kali dakwah di Masjid Al-Bayyinah," kata Ketua DKM Masjid Al-Bayyinah, M Fajar Shodik saat ditemui
Langit7.id, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga: Masjid jadi Poros Peradaban dan Budaya Ilmu, Ini Kata SejarawanMasjid Al-Bayyinah pun tak pernah sepi jamaah, setiap harinya setelah azan berkumandang setidaknya 200 jamaah berkumpul menunaikan ibadah salat berjamaah. Jumlah jamaah pun meningkat drastis ketika memasuki bulan suci Ramadhan.
Kegiatan peribadatan meningkat hingga rata-rata sebanyak 500 jamaah di setiap waktu salat. Selain itu, untuk kegiatan buka puasa bersama juga rutin digelar setiap harinya yang diramaikan sekitar 200 jamaah.
Meski demikian, pihak masjid hingga saat ini masih berupaya membangun fasilitas yang lebih memadai demi kepentingan umat agar lebih nyaman di masjid.
"Makin hari jamaah makin banyak, kita perlu melakukan pengembangan masjid demi kenyamanan umat. Kita selalu evaluasi, jadi perlu ada peningkatan fasilitas masjid, atau menambah lantai tiga," kata Fajar.
Masjid Al-Bayyinah sendiri memiliki daya tampung sebesar 600 jamaah. Namun ketika melaksanakan ibadah salat Jumat, masjid tak mampu menampung jumlah jamaah yang diperkirakan sampai ribuan hingga memadati seluruh halaman masjid.
(zhd)