Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita

Haji Salahudin bin Talibuddin, Mutiara Islam dari Halmahera

fajar adhitya Kamis, 03 November 2022 - 18:30 WIB
Haji Salahudin bin Talibuddin, Mutiara Islam dari Halmahera
Haji Salahudin bin Talibuddin, Mutiara Islam dari Halmahera. (Foto: Twitter).
LANGIT.ID, Jakarta - Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Salahuddin bin Talibuddin dari Maluku Utara. Masayarakat mengenalnya dengan nama Haji Salahuddin.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan, selama 32 tahun, almarhum Salahuddin bin Talibuddin telah berjuang dan ikut membangun Indonesia berdasarkan Pancasila.

"Beliau pernah dibuang ke Boven Digul tahun 1942 dan juga dibuang ke Sawahlunto tahun 1918-1923," kata Mahfud, Kamis (3/11/2022).

Dikutip Buku Kepulauan Rempah-Rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250 – 1950 oleh M Adnan Amal, Haji Salahuddin lahir di desa Gemia, Patani, Kabupaten Halmahera Tengah pada 1874. Dia merupakan ulama sekaligus aktivis politik yang sangat diwaspadai Belanda pada era penjajahan.

Baca Juga: Ratu Kalinyamat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional ke Presiden

Pada 1928, Haji Salahuddin menjadi anggota Syarikat Islam-Merah (SI merah). Aktivitas politiknya yang gencar membuat Belanda waspada, dia berhasil lolos dari penangkapan pemerintah Belanda ketika terjadi pemberontakan PKI pada sekitar 1926-1927.

Tahun 1938, Haji Salahuddin bergabung dengan PSII dan duduk dalam kepengurusan Gabungan Politik Indonesia (GAPI) bersama M. Arsyad Hanafi, M.S. Djahir, A.S. Bachmid dan lainnya. Karena kegiatan politiknya ia dipenjarakan di Nusakambangan, dan pada 1941 dipindahkan ke Digul.

Kemudian ia dibebaskan pada 1942 oleh Jepang dan memilih untuk sementara waktu menetap di Sorong. Pada 1946, pindah ke kepulauan Gebe kemudian ke Patani. Di pulau Gebe, kawasan Halmahera Timur, inilah ia mendirikan sebuah organisasi keagamaan Islam bernama Sarikat Jamiatul Iman wal Islam.

Namun, organisasi ini lebih dikenal dengan nama Sarikat Islam (SI) oleh para pengikutnya. Tujuannya: mempertahankan agama Islam dan Negara Republik Indonesia di bawah Bung Karno dan Bung Hatta yang baru saja diproklamasikan.

Tugas paling utama SI pada masa awal berdirinya adalah menyebarluaskan proklamasi RI. Hal ini dilakukan Haji Salahuddin sejak masih berada di Kepulauan Raja Ampat dan Sorong. Setelah SI terbentuk, ia mulai menyebarluaskan cita-cita proklamasi tersebut.

Penduduk dari empat desa di pulau Gebe berbondong-bondong menjadi anggota SI. Kegiatan Haji Salahuddin dan pengikut-pengikutnya itu dalam waktu singkat telah merambah ke Distrik Patani.

Hanya dalam waktu 3 minggu, seluruh rakyat kecamatan Patani telah menjadi anggota SI. Haji Salahuddin dan pimpinan inti SI bekerja keras untuk merekrut rakyat Patani.

Rakyat Patani memberikan respons yang luar biasa. Tiap hari berdatangan utusan dari desa-desa yang melakukan baiat dan menyatakan siap mati untuk Islam dan Republik Indonesia.

Bahkan, desa Siden Popo, yang seluruh penduduknya beragama Kristen, diwakili dua kepala keluarga dalam SI. Mereka juga menyatakan siap mati untuk RI.

Jumlah anggota SI hingga akhir bulan Januari 1947 telah mencapai lebih dari 3000 orang, baik laki-laki maupun perempuan, dari distrik pulau Gebe dan Patani. Bahkan, anak anak yang berangkat remaja ikut pula bergabung ke dalam SI.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)