LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian kaum muslimin dilema soal memilih masjid untuk ibadah
salat 5 waktu. Kerap kali jumlah jemaah menjadi tolok ukur besar kecilnya pahala yang didapat.
Namun sebetulnya, mana yang lebih baik?
Masjid dengan jumlah jemaah banyak atau sedikit yang harus dipilih?
Menanggapi hal itu,
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan, dalam fikih aulawiyat dijelaskan bahwa besarnya maslahat (kebaikan) dan fadilah (keutamaan) adalah yang mesti diutamakan.
"Jadi dalam konteks ini yang paling utama dan didahulukan adalah memakmurkan masjid sesuai fungsinya, yaitu sebagai tempat salat. Artinya, Anda harus menghidupkan masjid terdekat lebih dulu," ujar dia dikanal YouTubenya, Ahad (6/11/2022).
Baca Juga: Kisah Kiai NU Mengajar Ngaji di Masjid MuhammadiyahTerutama bila masjid terdekat sering kali sepi jemaah. Sehingga khawatir ketika ditinggalkan justru akan hilang jemaahnya.
"Sedangkan sifat masjid salah satunya adalah menghimpun salat berjamaah. Maka lebih baik menghidupkan masjid terdekat, sekalipun itu sepi jemaah," katanya.
Ada cara untuk membuat masjid ramai jemaah, salah satunya dengan berkunjung ke tetangga terdekat untuk mengajak salat berjamaah.
"Pun kunjungan itu harus dilakukan dengan baik-baik, memberi buah misalnya. Sambil dakwah dengan kelembutan untuk mengajak salat berjamaah di masjid," tambahnya.
(bal)