LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, memiliki pengalaman menarik saat berdakwah, yaitu diminta mengajar ngaji di Masjid Muhammadiyah.
“Saya dibesarkan dalam tradisi NU, tapi lebih dari 17 tahun saya mengajar di masjid-masjid Muhammadiyah,” kata Kiai Zulfa dalam video tausiah yang diunggah @ufsofficial, dikutip Jumat (4/11/2022).
Saat pertama kali mendapat undangan dari pengurus Masjid Muhammadiyah, Kiai Zulfa merasa kaget. Itu karena di prasasti masjid tersebut tertulis jelas diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah kala itu, Prof Amin Rais.
“Kenapa bapak mengundang saya untuk mengajar di tempat ini? apakah bapak tidak tahu siapa saya dan latar belakang saya?” tanya Kiai Zulfa kepada Pengurus Masjid Muhammadiyah, H Sofyan, kala itu.
Baca Juga: Haedar Nashir: Indonesia Milik Semua, Tak Boleh Condong ke Mazhab Tertentu
“Kami tahu Pak Kiai, kalau Pak Kiai orang NU.” jawab H Sofyan.
“Tahu dari mana saya jika saya orang NU?” tanya KH Zulfa lagi. “Kelihatan dari sarungnya,” jawab H. Sofyan.
Setelah itu, Kiai Zulfa menanyakan alasan H. Sofyan mengundang tokoh NU untuk mengajar di Masjid NU. Dia menyebut jawaban H. Sofyan sederhana tapi sangat bermakna.
“Begini Pak Kiai, kami mengundang Pak Kiai sebagai Tokoh NU mengajar di Masjid Muhammadiyah agar Pak Kiai menjelaskan apa dalil-dalil dari amalan yang selama ini dilaksanakan orang NU. Ziarah kubur, tawasul haul, dan lain-lain. Agar apa? Agar nanti orang Muhammadiyah tidak mudah menganggap NU sesat. Sebab, jika yang mengajar orang Muhammadiyah adalah Ustadz Muhammadiyah, boleh jadi nantinya orang Muhammadiyah taunya NU sesat. Dengan bapak mengajar di sini, dan memberi tau amalan NU ada dalilnya Insya Allah orang Muhammadiyah kemudian akan semakin faham.” terang H. Sofyan.
Kiai Zulfa mengaku, sejak saat itu dia berpikir hal demikian perlu dilestarikan. Orang NU atau pun santri-santri NU perlu sesekali mengundang tokoh-tokoh Muhammadiyah atau membaca buku karangan ulama-ulama Muhammadiyah. Bisa membaca buku KH Ahmad Dahlan ataupun Buya Hamka.
Baca Juga: UFS: Pentingnya Toleransi Sesama Muslim Jaga Ukhuwah Islamiyah
“Karena sejatinya KH Ahmad Dahlan maupun KH Hasyim Asy’ari ternyata murid ulama besar Indonesia, Syaikh Nawawi Al-Bantani,” kata KH Zulfa.
Kiai Zulfa mengaku menguraikan hubungan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari dalam bukunya berjudul Tuhfatul Qasi Wad Dani. Buku itu berisi tentang biografi Syaikh Nawawi Al-Bantani. KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sama-sama menyebarkan faham ahlus sunnah wal jamaah dan merupakan murid Syaikh Nawawi Al-Bantani.
“Muhammadiyah didirikan oleh murid Syaikh Nawawi Al-Bantani bernama Syekh Ahmad Dahlan yang kemudian kita tahu cabangnya menyebar di mana-mana, sebagaimana Nahdlatul Ulama didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari menjadi terkenal organisasi ini seantero dunia. Dan keduanya adalah murid seorang ulama besar. Bagi orang yang alim, maka tidak akan pernah ada bagi mereka, keberagaman, perbedaan, menjadi sekat untuk hidup rukun dan damai.” Kata Kiai Zulfan mengutip buku tersebut.
(jqf)