LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5
tempat bersejarah di Surabaya yang memiliki kenanangan dan cerita masing-masing. Beberapa di antaranya menjadi saksi pertempuran
10 November.
Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Sebutan itu disematkan sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam
Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
Tak heran kota dengan ikon patung Suro dan Boyo ini menyandang gelar
Kota Pahlawan. Selain itu ada tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi sebagai tempat wisata sekaligus belajar sejarah bangsa.
Berikut
Langit7 rangkum laman resmi
Pemerintah Kota Surabaya dan sejumlah sumber lainnya mengenai tempat-tempat bersejarah di sana:
Baca Juga: Sejarah Hari Pahlawan, Ini Peristiwa yang Terjadi di Surabaya1. Jembatan MerahArek-arek Suroboyo tentu sudah tidak asing denga jembatan ini. Sesuai namanya, jembatan dengan warna merah pada tiangnya ini menjadi saksi pertempuran 10 November 1945.
Berada di Jalan Kembang, Surabaya, Jembatan Merah disebut menjadi lokasi tempat tewasnya pimpinan sekutu, AWS Mallaby. Selain itu juga menjadi salah satu saksi kekuasaan Belanda di hampir seluruh wilayah Surabaya.
2. Museum Sepuluh Nopember dan Tugu PahlawanDi museum ini para pengunjung dapat melihat beberapa peninggalan sejarah selama masa penjajahan. Sementara Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya.
Tugu Pahlawan didirikan pada tanggal 10 November 1951 dan diresmikan pada tanggal 10 November 1952 oleh Presiden Soekarno. Sementara Museum Sepuluh Nopember dibangun di bawah permukaan tanah di area Komplek Tugu Pahlawan, pada 10 November 1991.
Monumen bersejarah yang berada di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya ini merupakan salah satu ikon kota Surabaya. Di tempat ini pula arek-arek Suroboyo zaman sekarang sering mengajak keluarga berlibur.
3. Bendungan JagirBelanda terkenal dengan peninggalannya di Tanah Air berupa bendungan. Salah satu yang masih berfungsi hingga saat ini adalah Bendungan Jagir.
Bendungan Jagir menjadi saksi bahwa peninggalan sejarah tidak selalu buruk. Terletak di antara Jagir-Wonokromo, bendungan ini kini menjadi tempat wisata yang sering dikunjungi warga sekitar.
Bendungan ini dibangun sejak 1923, dengan telah mengalami beberapa kali renovasi. Selain masih berfungsi sebagai penampung air saat hujan, bendungan ini juga menjadi tempat penyulingan air bersih untuk digunakan masyarakat sekitarnya.
4. Benteng Kedung CowekBenteng Kedung Cowek didirikan pemerintah Belanda untuk mengantisipasi serangan militer dari laut. Di tempat yang berada di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya ini terdapat sebuah ruangan dengan lubang kecil yang berfungsi mengintai musuh.
Masyarakat sekitar menyebut benteng yang berada di lahan seluas 71.876 meter persegi ini dengan gudang peluru. Itu karena selain tempat mengintai, benteng ini juga menjadi tempat penyimpanan peluru pada masa penjajahan.
5. Museum Nahdlatul Ulama Museum NU menyajikan koleksi sejarah, seperti potret dari tokoh-tokoh penting, benda peninggalan para kiai dan para pejuang nahdliyin.
Di Museum yang berlokasi di Jalan Gayungsari Bar. X No.11, Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya ini, pengunjung juga bisa melihat dokumen resolusi jihad NU yang berperan dalam pertempuran 10 Nopember 1945.
Selain itu, museum dengan luas bangunan 900 meter persegi ini juga menyimpan beberapa dokumen penting lainnya. Seperti dokumen sejarah pendirian jam’iyah NU, akta pendirian NU pada 31 Januari 1926, dan lainnya.
(bal)