LANGIT7.ID - , Jakarta - Meski dikenal sebagai sosok yang dingin dan rasional, tapi
seorang ayah juga memiliki perasaan yang bisa luluh saat berhubungan dengan anak.
Penulis buku "The Model", Ustaz Nopriadi Herman, perasaan
emosional yang muncul jika berhubungan dengan anak itu tetap dimiliki seorang ayah. Hal tersebut merupakan bagian alamiah yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia, yang disebut naluri melestarikan jenis.
Baca juga: Peran Ayah Sangat Penting untuk Mendukung Ibu MenyusuiSalah satu naluri melestarikan jenis adalah bentuk rasa sayang ayah kepada anaknya, yang membuat spesies manusia bisa bertahan hingga saat ini.
"Jadi naluri menyayangi itu ada pada ibu, dan ayah, itu yang membuat manusia bisa bertahan. Naluri ini wujudnya adalah perasaan. Misal ayah bekerja untuk anaknya, kalau seorang ayah membawa makanan tetapi tiba-tiba anak datang minta, pasti langsung dikasih," ujar Ustaz Nopriadi dalam parenting Islam bertajuk "Ayah Adalah Pahlawan", dikutip Sabtu (11/11/2022).
Dia melanjutkan, tindakan ayah yang selalu mementingkan anak, tidak pernah menimbulkan perasaan dimanfaatkan oleh anak. Perbuatan itu murni keluar dari naluri perasaan seorang ayah.
Meski demikian, Ustaz Nopriadi mengingatkan kepada para ayah untuk hati-hati terlebih bagi yang sibuk bekerja. Sebab bisa saja perasaan sayang kepada anak perlahan mulai terkikis atau hilang karena dialihkan dengan banyak permasalahan yang dihadapi.
Baca juga: Dalami Peran Ayah Disabilitas, Vino G Bastian Riset Satu Bulan"Minggu lalu saya baru membahas ada seorang Ayah yang membunuh istrinya, dan anak perempuannya berusia 11 tahun. Coba, dia punya perasaan, Allah SWT kasih yang namanya naluri tetapi terkikis karena masalah-masalah yang muncul belakangan," katanya.
Melihat ini, Ustaz Nopriadi lalu berpesan kepada para ayah yang untuk memeriksa perasaannya ketika melihat sang buah hati.
(est)