Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

KH Hasan Abdullah Sahal: Bangsa Indonesia Beruntung Ada Pesantren

Muhajirin Sabtu, 12 November 2022 - 15:48 WIB
KH Hasan Abdullah Sahal: Bangsa Indonesia Beruntung Ada Pesantren
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal (Dok Darunnajah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan, bangsa Indonesia beruntung memiliki pondok pesantren. Sistem pendidikan pondok pesantren merupakan asli bangsa ini yang dirintis oleh para ulama-ulama di Nusantara pada masa lalu.

“Kita beruntung sekali bangsa ini ada pesantren. Peradaban dunia ini sedang sakit. Orang yang sakit dicarikan perawat atau dokter. Pesantren termasuk salah satu solusi (perawat), dan universitas pesantren,” kata Kiai Hasan dalam Konferensi Internasional Pesantren Se-Asia Tenggara di Pesantren Darunnajah Jakarta, Senin (7/11/2022).

Pesantren tidak hanya sekadar lembaga keilmuan saja. Tapi, pesantren menjadi lembaga pendidikan kehidupan. Selain itu, arkanuddin yakni Islam, iman, dan ihsan menjadi pokok pembelajaran di dalam pesantren.

Baca Juga: Kiai Hasan Ingatkan Santri Gontor Tak Lupakan Sejarah

“Tiga arkanuddin (iman, Islam, dan Ihsan) dididikkan di pesantren untuk disebarkan keluar. Pesantren diberi amanah menghidupkan arkanuddin itu lahir dan batin. Ihya dan ta’limul Islam. bukan hanya ta’limul Islam,” ungkap Kiai Hasan.

Selain itu, pesantren juga menjadi basis pemberdayaan ekonomi umat. Ini menjadi salah satu rukun pendidikan kehidupan. Para santri tidak hanya dididik terkait halal-haram zakat, tapi diajarkan agar bisa menjadi muzakki.

“Pak Kiai harus pandai mengeksplorasi sumber daya santri, sumber alam, yang ada dalam masyarakat, sehingga tidak terlalu banyak mustahiq, tapi dibanyakkan muzakki. Ini, eksplorasi potensi yang ada di dalam masyarakat,” ujar Kiai Hasan.

Menurut dia, konsep pendidikan kehidupan itu harus disebarluaskan ke seluruh pesantren yang ada di Indonesia. Tidak sekadar mengajarkan fikih dari sisi ibadah saja, tapi juga menguatkan fikih muamalah. Fikih muamalah salah satu pilar ekonomi Islam yang harus dikembangkan.

Baca Juga: Pesan Pimpinan Gontor untuk Penuntut Ilmu: Jangan Merasa Minder dan Super

“Jangan hanya fikih saja, tapi fikih yang hidup. Fikih yang hidup artinya yang menimbulkan, artinya kita mengajar zakat berusaha memberi zakat. Mengajar zakat bukan untuk mengajar halal-haram, tetapi bagaimana proses menuju bisa memberi zakat,” tutur Kiai Hasan.

Fikih kehidupan atau muamalah itu harus disemarakkan untuk menciptakan kesejahteraan di tengah masyarakat. Tidak hanya untuk generasi saat ini, tapi bagi kesejahteraan generasi yang akan datang. Umur manusia sangat pendek, maka harus meninggalkan warisan bermanfaat generasi selanjutnya.

“Kita tidak boleh putus asa. Umur itu terlalu pendek, dunia umurnya dunia tahun, kita dikasih jatah pendek. Apa yang akan kamu katakana ke Rabb-mu? Ditanya empat macam. Kita harus melihat ke depan,jangan hanya melihat ke belakang. Nilai-nilai Islam, nilai-nilai kemanusiaan itu abadi sampai kiamat,” ungkap Kiai Hasan.

Baca Juga: KH Hasan Abdullah Sahal, Kiai ‘Gila Bola’ dari Gontor

Akan tetapi, tanggung jawab itu harus diemban oleh semua umat Islam, terutama para tokoh agama. Bukan sekadar tanggungjawab pesantren saja. Pesantren hanya menjadi salah satu pilar pendidikan kehidupan yang ada di tengah masyarakat.

“Kita semua bertanggung jawab, bukan hanya pondok pesantren. Semua ditanya, apakah pondok pesantren itu lembaga pendidikan kehidupan atau hanya keilmuan? Apakah universitas kehidupan atau tidak? Ini yang menjadi masalah, mayoritas hanya lembaga keilmuan saja,” ucap Kiai Hasan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)