Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tiga Pelajaran Penting Tentang Kebaikan dan Dosa

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 16 November 2022 - 18:30 WIB
Tiga Pelajaran Penting Tentang Kebaikan dan Dosa
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustaz Khalid Basalamah menyebut ada tiga pelajaran penting yang bisa diambil pada hadis nomor 629 tentang kebaikan dan dosa, seperti ditulis dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.

Hadis tersebut menjelaskan, dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam beliau bersabda, "Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia." (HR. Muslim hadis nomor 629).

Berikut tiga pelajaran yang bisa diambil, diantaranya:

Pertama, pentingnya seorang muslim bertanya tentang kebaikan dan keburukan kepada ahlinya. Menurut Ustaz Khalid, seseorang boleh menanyakan tentang keutamaan ibadah, salat lima waktu, menutup aurat dan lainnya.

Baca Juga: Hikmah Kaya dan Miskin, Ustaz Akmal: Saling Dapat Kebaikan

"Kalau belum tahu, Anda juga boleh tanyakan apa hukumannya riba, zina, bohong dan lainnya. Keduanya boleh ditanyakan. Tujuannya agar Anda tahu dan termotivasi untuk mengerjakannya," ujar Ustaz Khalid Basalamah dalam kajian bertajuk Akhlak Yang Baik, Rabu (16/11/2022).

Pelajaran kedua, Nabi memberikan satu kata kunci tentang akhlak yang baik. Beliau mengatakan kebajikan itu adalah akhlak yang mulia. Artinya, semua kebaikan berkumpul di akhlak yang mulia.

Tidak mungkin kebaikan sama dengan akhlak yang buruk, karena tentunya akan bentrok seperti minyak dan air yang selalu berpisah. Selain itu, jika terdapat orang yang di anggap sholeh tetapi akhlaknya buruk, tentunya Anda akan merasa ada yang mengganjal.

Ustaz Khalid kemudian menceritakan pendapat Rasulullah yang ditanyakan ketika terdapat orang yang memiliki sifat buruk, namun ibadahnya lancar.

"Nabi pernah ditanyakan, di kota Madinah ada wanita tidak pernah ketinggalan ibadah sunnahnya, apalagi yang wajib tetapi di lisannya tajam, kata Nabi dari kebaikan wanita itu pasti dia masuk neraka. Coba tolak ukurnya itu, padahal ahli ibadah," ujarnya.

Baca Juga: Kaum Muslimin Dianjurkan Tamak dengan Rahmat Allah SWT

"Orang yang sama mengatakan Rasulullah di Madinah juga ada wanita, dia ibadah masih kurang tetapi akhlaknya baik dan santun. Kata Nabi, kebaikan ada padanya dan dia akan di surga. Coba bayangkan tolak ukurnya begitu, ini perlu dipahami baik-baik. Jadi pelajaran kedua semua kebajikan akan bersama dengan akhlak yang baik," lanjutnya.

Kemudian, pelajaran ketiga merupakan intisari dari dosa. Di sini dijelaskan tentang akhlak yang baik adalah tidak menjauhi hal-hal yang sempit dalam dada seseorang.

"Bagaimana caranya kita mengetahui dosa atau bukan selain penyebutan dalil tentang keharaman perbuatan itu? Kalau Anda ragu itu dosa atau tidak, maka bagaimana cara mengetahuinya, ini masih belum jelas. Maka Nabi berikan kata kunci, sesungguhnya dosa itu yang membuat ragu dalam dada, dan engkau tidak ingin orang mengetahui," ucapnya.

"Jadi, orang yang mempertonton hal tidak baik, orang itu sudah jelas dosa. Nah seperti itu jadi pelajarannya luar biasa. Adapun yang dijelaskan pada bagian ini tentang akhlak yang baik adalah tidak menjauhi hal-hal yang sempit dalam dada seseorang," tutur Ustaz Khalid Basalamah.

Baca Juga:

Buah Sikap Husnuzan dalam Hidup, Ketenangan dan Akhlak Mulia

Pengertian Syafaat Sesuai Keterangan Al Quran dan Hadist


(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)