LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap hal yang diciptakan Allah SWT kepada umatnya dimuka bumi tentu memiliki hikmah tersendiri, termasuk status ekonomi. Ada manusia kaya dan adapula yang miskin.
Meski demikian, perbedaan status ekonomi harusnya tidak menjadikan manusia menjauh dari Allah SWT. Baik
kaya maupun miskin, merupakan bentuk keadilan yang diberikan Allah SWT.
Ketua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Ustaz Akmal Sjafril mengatakan, kondisi kaya dan miskin pada hakikatnya hanya sementara. Dia menilai kedua hal tersebut memiliki
hikmah untuk mendapatkan kebaikan.
Baca Juga: Kaum Muslimin Dianjurkan Tamak dengan Rahmat Allah SWT"Adanya orang miskin itu pertama, ada peluang buat orang-orang kaya untuk berbuat baik atau beramal saleh. Jika semua orang kaya, maka peluang kebaikan berkurang," kata Ustaz Akmal kepada
Langit7.id, Selasa (15/11/2022).
Di sisi lain,
orang miskin juga memiliki peluang kebaikan dengan menahan diri untuk menjauhi dari yang haram. Hal tersebut merupakan bentuk kesabaran yang sangat bernilai.
"Misalnya orang kalau sudah tidak makan berhari-hari barangkali ada godaan untuk mencuri, berjudi dan lainnya. Nah kalau mereka bisa melawan itu, itulah kesabaran yang bernilai di sisi Allah," ujar Ustaz Akmal.
Baca Juga: Buah Sikap Husnuzan dalam Hidup, Ketenangan dan Akhlak MuliaAtas hal tersebut, Ustaz Akmal berpendapat setiap kondisi memiliki sisi kebaikan. Status kaya dan miskin hanya sebuah kondisi yang tidak bisa dikatakan bahwa takdir Anda selamanya demikian.
"Semua itu hanya sementara, paling tidak sementara itu ketika hidup di dunia. Nah itu memang hikmahnya adalah supaya hamba-hamba Allah punya peluang untuk berbuat kebaikan," ucapnya.
"Kalau kita lihat dalam ajaran Islam, kaya dan miskin itu adalah realita. Realita itu tidak bisa kita pukul rata bahwa orang miskin berarti malas bekerja, tidak juga seperti itu. Terkadang orang yang giat bekerja kemudian terkena musibah dia otomatis untuk sementara miskin," tutur Ustaz Akmal.
Baca Juga:
Pentingnya Belajar Agama Sekeluarga di Tengah Kesibukan Kerja
Tanda Cinta Seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW(gar)