Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tanda Cinta Seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW

Muhajirin Rabu, 09 November 2022 - 21:45 WIB
Tanda Cinta Seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi (foto: Pinterest)
LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak sempurna keimanan seorang muslim jika tidak mencintai Nabi Muhammad SAW. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjabarkan salah satu tanda seseorang mencintai Rasulullah SAW.

Tanda itu adalah sering bershalawat kepada baginda. Tidak hanya saat duduk di tempat ibadah saja, tapi dalam setiap aktivitas selalu dibarengi dengan shalawat.

Cinta ada di dalam hati. Buya Yahya mengatakan, cinta tidak diukur dari pengakuan lisan saja. Tapi, harus dibuktikan dengan perilaku. Perilaku itu muncul dari dorongan hati yang selalu bershalawat, sehingga itu menjadi tanda cinta.

“Cinta itu di dalam hati, bukan yang diucapkan oleh lisan. Akan tetapi, cinta ada tanda,” kata Buya Yahya di Al-Bahjah TV, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: Mencintai Rasulullah SAW Bagian dari Akidah Seorang Muslim

Shalawat menjadi tanda paling mudah disaksikan setiap individu seorang muslim. Bisa menanyakan ke diri masing-masing jumlah shalawat yang diucapkan dalam keseharian. Apatah mengucapkan shalawat saat mendengar nama Baginda Nabi Muhammad SAW diucapkan.

“Tanda pertama, lisan sering bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Orang mencintai akan selalu ingat kepada orang yang dicintainya. Setiap kali ingat langsung bershalawat kepada Nabi SAW. Lihat, tanda itu ada atau tidak,” ucap Buya Yahya.

Shalawat bisa diucapkan dalam ragam aktivitas. Wanita yang sedang haid pun tidak ada larangan untuk bershalawat. Bisa bershalawat saat memasak di rumah, sehingga resep makanan dibumbui dengan cinta kepada Rasulullah SAW.

“Shalawat bisa dibaca saat wanita dalam keadaan haid. Shalat saat sedang kerja. Kalau tanda ini tidak ada, shalawatan jarang, maka anda jangan ngaku-ngaku cinta nabi. Berlatihlah dulu memperbanyak shalawat. Berapa kali anda baca shalawat dalam sehari?” kata Buya Yahya.

Baca Juga: Berkah Shalawat, Umat Islam Terhindar dari Tradisi Nasrani dan Yahudi

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

Orang yang sering bershalawat adalah orang-orang pilihan. Selain itu, shalawat memiliki banyak faedah dan hikmah. Salah satunya mencegah seseorang berbuat maksiat karena selalu ingat kepada Rasulullah. Dia tidak ingin menyakiti Rasulullah dengan melanggar sunnahnya.

Baca Juga: Perbanyak dan Amalkan, 5 Macam Shalawat dan Fadhilahnya

Orang yang cinta kepada Rasulullah sangat mudah meniru dan mengikuti semua sunnah. Bahkan, dia bangga menjalankan sunnah di tengah masyarakat. Saat berjalan, dia mengikuti cara berjalan Rasulullah. Makan pun demikian, hingga saat beraktivitas sehari-hari, selalu berupaya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

“Ayo, kita koreksi masing-masing dari kita. Kalau sudah pernah dilakukan nabi, kita harus rindu untuk mengikutinya dan tidak akan kita merasa tidak nyaman dengan apa yang pernah dilakukan nabi,” kata Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)