LANGIT7.ID, Jakarta - Ada masjid bersejarah di Desa Cikakak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yakni Masjid Saka Tunggal. Masjid ini di sebut-sebut sebagai salah satu yang tertua di Indonesia dengan usianya yang ke-734 tahun sejak didirikan pada 1288 Masehi.
Masjid ini didirikan oleh Kiai Mustolih yang memiliki peran besar terhadap penyebaran Islam di daerah tersebut. Beliau rutin berdakwah di rumah ibadah yang dia bangun. Diketahui pada saat itu masyarakat sekitar masih melakukan perbuatan yang keluar dari syariat agama.
Alasan tersebut yang menjadikan cikal bakal dari pendirian Masjid Saka Tunggal. Kawasan masjid pun masih terasa asri karena lestarinya hutan sekitar. Di kawasan ini masih banyak monyet-monyet berkeliaran di kawasan masjid.
Baca Juga: Tafsir Al-Muminuun ayat 84: Bumi dan Seisinya Milik Allah SWTSebagai salah satu cagar budaya, arsitekturnya pun masih mempertahankan gaya klasik guna mengingat sejarah. Awalnya, Masjid Saka Tunggal dibangun dengan anyaman dan kayu bambu. Kemudian dilakukan penambahan dinding bata untuk eksterior masjid dengan tujuan preservasi atau pemeliharaan.
Uniknya, ornamen-ornamen yang terdapat pada masjid ini sangat kental dengan simbolisme nilai-nilai Islami yang bersinergi dengan adat-istiadat Jawa.
Kemudian, masjid ini mengumandangkan azan tanpa pengeras suara sebagai bagian dari tradisi. Meski demikian, suara azan yang dilantunkan oleh empat muazin sekaligus, tetap terdengar begitu lantang dan merdu.
Adapun tradisi unik lainnya yakni berdzikir setiap hari Jumat. Dzikir dilakukan sebelum salat Jumat dan pasca salat Jumat secara serentak dengan bahasa campuran Arab dan Jawa.
Masjid cagar budaya itu pun kini banyak didatangi wisatawan. Karena banyak keunikan-keunikan tersendiri serta bangunan klasiknya yang mampu menjadi magnet atau daya tarik untuk dikunjungi.
Baca Juga: Anggap Islam sebagai Alien, Chris Skellorn Kini jadi Mualaf(zhd)