Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Pungut Sampah usai Nonton Bola, Ini Makna Filosofi Keizen 5S

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 23 November 2022 - 12:00 WIB
Pungut Sampah usai Nonton Bola, Ini Makna Filosofi Keizen 5S
Pungut Sampah usai Nonton Bola, Ini Makna Filosofi Keizen 5S. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Suporter asal Jepang sedang memunguti sampah di salah satu stadion sepak bola secara sukarela viral di media sosial. Aksi ini merupakan filosofi Keizen 5S.

Hal ini diketahui terjadi usai pertandingan Qatar vs Ekuador pada Piala Dunia 2022 di Qatar. "Ini bukan pertandingan mereka, tapi fans Jepang tidak pergi sebelum membersihkan stadion!" tulisnya dikutip Rabu, (23/11/2022).

Menanggapi aksi tersebut, Motivator Muslim Indonesia Kiki F Wijaya mengaku tidak heran jika hal itu dilakukan oleh masyarakat Jepang sebab mereka sejak kecil sudah di didik menerapkan filosofi Kaizen 5S yang dikemukakan oleh konsultan di bidang quality management, Masaaki Imai.

Kaizen 5S merupakan konsep sekaligus implementasi menciptakan perubahan-perubahan kecil dengan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) atau 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin).

Baca Juga: Patut Dicontoh, Suporter Jepang Bersihkan Sampah Usai Pembukaan Piala Dunia

Menurut dia, seiri diciptakan karena dianggap bahwa segala sesuatu harus disederhanakan atau dibuat simple.

"Jadi kalau kita mau melakukan apapun yang pertama maka langkah kecil adalah membiasakan membuat sebuah sistem yang sifatnya ringkas yang sederhana," ujar Kiki dalam kajian bertajuk One Small Step Can Change Your Life, Selasa (22/11/2022).

Kemudian, seiton artinya harus belajar untuk rapi. Jika tadi Anda sudah membuat pola sedehana, maka sekarang rapi misal kelompokkan pakaian-pakaian menurut orang yang menggunakannya, agar tidak berantakan.

"Terkadang kita tidak seperti itu, yang terjadi adalah kita mengelompokkan yang penting masuk semua pakaian, nah hal ini membuat sesuatu itu menjadi kacau. Jadi biasakan untuk rapi, apapun itu harus dirapikan karena sesuatu yang rapi itu akhirnya mudah untuk kita kemudian mengulanginya kembali aktivitas itu di kemudian hari," katanya.

"Dari seito ini kita lihat kenapa kemudian budaya atau industri di Jepang itu bertumbuh karena mereka di samping ringkas, kedua mereka itu berusha bertindak secara rapi," lanjut Kiki.

Lalu, Kiki berpendapat alasan lain yang membuat orang Jepang bersih-bersih ketika selesai menonton piala dunia karena mereka memiliki sifat ketiga yaitu seiso (resik atau bersih). Jadi jika sudah meringkas, merapikan, maka jangan lupa membersihkannya.

"Jadi membersihkan itu penting dan itu kebiasaan yang harus kita bangun. Karena ini ternyata bisa menciptakan perubahan, kalau kita bersih maka segala sesuatu akan terasa lebih nyaman, baik dalam kehidupan pribadi ataupun di dalam lingkungan," ucapnya.

Berikutnya, seiketsu yakni rawat. Jadi biasakan untuk merawat apapun yang dimiliki, tidak usah jauh-jauh tubuh Anda ini jika tidak dirawat maka akan membutuhkan biaya besar untuk penyembuhannya. Karenanya biasakan untuk merawat apapun yang ada pada diri.

Selanjutnya, yang paling penting dan menjadi ruh dari filosofi Kaizen adalah shitsuke (rajin). Menurut Kiki, jika Anda ingin melakukan perubahan dalam hal apapun maka bertekunlah melakukan hal-hal kecil.

"Jadi melakukan hal-hal kecil atau sederhana itu ternyata berdampak besar pada kehidupan kita. Contoh sederhana kalau kita mau menjadi pribadi bertakwa tidak serta-merta tetapi kita coba sedikit demi sedikit. Misal selama ini kita salatnya bolong-bolong maka kita belajar 5 waktunya kita tepati tidak ada satupun yang bolong-bolong, setelah itu dinaikkan lagi levelnya dengan datang ke masjid untuk salat berjamaah, nah itu diatur sedemikian rupa kemudian setelahnya tambah yang sunnah-sunnah dan seterusnya," jelas Kiki.

Lebih lanjut, Kiki berkata filosofi Keizen 5S ini merupakan hal-hal kecil tetapi setelah bertahun-tahun dibentuk dalam budaya masyarakat Jepang, maka hasilnya seperti yang terlihat pada pertunjukan piala dunia, dimana mereka memungut sampah usai menonton.

"Ini hal-hal kecil tetapi jika diterapkan dalam kehidupan pribadi kita, terlebih dalam konteks industri. Saya percaya kalau ini dilakukan itu dampaknya sangat luar biasa," imbuh Kiki.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)