Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Jangan Didik Anak Kita Jadi Generasi yang 'Kehilangan' Waktu Subuh

redaksi Jum'at, 20 Agustus 2021 - 06:00 WIB
Jangan Didik Anak Kita Jadi Generasi yang 'Kehilangan' Waktu Subuh
Ilustrasi anak yang terus terlelap (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Mendidik anak untuk selalu bangun di waktu subuh sepertinya sederhana. Tapi menjadi bagian terpenting dari proses pendidikan anak-anak ke depan. Ia mudah diucapkan orang tua untuk bisa dikerjakan oleh anak-anak mereka, tapi tak mudah dikerjakan oleh orang tua sekali pun.

Waktu subuh adalah bagian terpenting dari proses membangun kebiasaan yang baik pada anak-anak kita. Bahkan waktu subuh adalah bagian dari amal harian terbaik seorang muslim. Maknanya, bahwa jika seorang muslim telah kehilangan waktu subuhnya, maka hal ini indikasi lemahnya iman seseorang.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak”_ (HR. Bukhari No. 657 dan Muslim No. 651)

Dari penjelasan hadits di atas, memberikan pelajaran pada kita begitu pentingnya sholat subuh bagi identitas kita sebagai seorang muslim saat ini.

Untuk bisa menjadi seorang muslim yang baik, tidak perlu dengan membuat banyak indikator penilaian, tapi cukup dilihat dari 'kehilangan' shalat subuhnya atau tidak.

Karena begitu pentingnya shalat subuh ini bagi kehidupan seorang muslim, seharusnya orang tua berupaya dengan keras untuk mampu mendidik anak-anak mereka menjadi sosok generasi yang tidak 'kehilangan' waktu subuh.

Jika setiap harinya anak-anak kita mampu menjaga waktu-waktu subuhnya, Insya Allah mereka akan menjadi generasi pilihan dan siap mengemban amanah ummat ke depan.

Tapi, begitu pula sebaliknya, jika anak-anak kita tak mampu bangun subuh dengan baik dan menyambut pagi dengan do’a dan dzikir, maka sejatinya tanpa kita sadari telah lahir di hadapan kita sosok generasi yang lemah. Naudzubillah min dzalik

Lalu yang menjadi pertanyaannya yakni, bagaimana cara nya kita mendidik anak-anak kita agar tidak 'kehilangan' waktu subuhnya?

Pertama, Orang tua khususnya seorang ayah harus mau belajar dan berubah demi kebaikan anak-anak kita, terutama kebiasaan orang tua yang kurang bermanfaat untuk diri, keluarga dan pendidikan anak-anak.

Contoh, Ayah yang punya kebiasaan begadang malam hari tanpa alasan yang syar’i dan jelas, lebih baik ditinggalkan agar saat bangun pagi bisa membangunkan keluarga dan mengajak anak-anak sholat subuh ke masjid. Ayah yang biasa berlama-lama di depan televisi di malam hari, harus dikurangi. Ayah yang biasa ngobrol di angkringan mulai ditinggalkan. Dan sebagainya.

Pada intinya, kita sebagai orang tua harus mau belajar dan berubah demi membangun kebiasaan baik anak-anak kita, agar mereka tidak kehilangan shalat subuhnya.

Kedua, Jangan lupa beri mereka nasehat yang baik dan teladan secara langsung untuk menjaga waktu-waktu subuhnya. Jika kita sebagai orang tua, khususnya seorang ayah tak memberi contoh secara langsung, maka sulit rasanya kita mendidik anak-anak kita agar tidak kehilangan shalat subuh. Sebab menjaga waktu-waktu subuh butuh contoh yang baik dan perjuangan dari seorang ayah.

Ketiga, kita harus punya prinsip bahwa menjaga waktu subuh adalah penting bagi pondasi dasar pendidikan karakter anak-anak kita. Dengan menganggap penting itulah, pada akhirnya setiap orang tua berjuang dan bekerja keras agar anaknya mampu menjaga waktu subuhnya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.


Sumber: Catatan Harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" karya Nasrullah Jumadi


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)