alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 26 November 2022
home edukasi & pesantren detail berita
Hari Guru Nasional

Kedudukan Guru dalam Islam, Bukan Hanya Pengajar tapi Pewaris Nabi

Muhajirin Jum'at, 25 November 2022 - 14:00 WIB
Kedudukan Guru dalam Islam, Bukan Hanya Pengajar tapi Pewaris Nabi
Ilustrasi seorang ustadz mengajar mengaji (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Guru merupakan komponen yang sangat vital dalam sistem pendidikan. Guru memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk generasi masa depan yang akan datang.

Pengajar di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Jawa Timur, Ustadz H Said Abadi, mengatakan, guru tidak hanya sekadar menyampaikan ilmu, tapi berperan membangun manusia, untuk menciptakan peradaban yang cerdas dan memiliki akhlakul karimah.

“Rasulullah sangat memuliakan guru. Bahkan, Rasulullah mengatakan dalam haditsnya, ‘Sesungguhnya aku diutus oleh Allah sebagai muallim (seorang pengajar)’,” kata Said di Ngabar TV, dikutip Jumat (25/11/2022).

Baca Juga: Teladan Umat Islam, Rasulullah SAW Mendidik Lewat Perbuatan

Said menjelaskan, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa peran guru sangat besar dan tinggi dalam mengajarkan ilmu kepada orang lain. Maka itu, para guru harus menyadari hal tersebut. Mereka bukan sekadar tenaga pengajar di sekolah-sekolah, tapi sekaligus berperan sebagai warasatul anbiya’ atau pewaris nabi.

“Bagaimana sebuah generasi itu dibangun, itu karena peran dari seorang guru. Maka Allah kerap kali menyampaikan seorang generasi menuntut ilmu dan memiliki derajat,” kata Said.

Menurut Said, ada dua hal penting yang harus dimiliki seorang guru dalam mencapai cita-cita mulia tersebut, di antaranya:

1. Guru Harus Punya Rasa Cinta kepada Murid

Seorang guru harus memiliki rasa cinta dan kasih kepada anak didiknya. Rasa cinta itu harus tumbuh subur di dalam hati, sehingga terpancar aura keikhlasan saat menyampaikan ilmu.

Baca Juga: Menjadi Guru Ala Rasulullah, Mengajar dengan Hati dan Pandangan Kasih Sayang

“Maka dasar dari apa yang akan disampaikan adalah karena cinta kasih, karena ia mencintai mereka, sehingga apa yang akan dia lakukan semua usaha yang diupayakan adalah karena semuanya karena kecintaannya kepada murid-muridnya,” ujar Said.

Seorang guru yang cinta kepada murid akan berusaha sekuat tenaga dan melakukan berbagai macam cara untuk memahamkan anak didiknya. Dia tidak akan membiarkan anak didik pulang dalam keadaan bingung.

“Supaya mereka (murid) bisa memahami pelajaran, memahami apa yang disampaikan oleh gurunya,” kata Said.

2. Selalu Meningkatkan Kualitas Diri

Guru tidak boleh belajar. Guru harus selalu berupaya meningkatkan kualitas diri. Itu karena yang tidak memiliki apa-apa tidak akan pernah bisa memberi kepada orang lain. Maka itu, guru dituntut untuk selalu membaca, meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri.

Baca Juga: Prinsip Menuntut Ilmu: Tidak Pilih-pilih Guru dan Ambil Manfaat dari Manapun

“Sehingga anak didiknya selalu mendapatkan sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, dan seorang guru seharusnya selalu terlihat hebat di hadapan murid-muridnya,” ucap Said.

Dengan dua hal itu, guru akan selalu dicintai oleh murid-muridnya. Guru akan mendapatkan rasa hormat. Keberadaan guru pun akan menjadi teladan, sehingga tidak hanya berperan sebagai pengajar saja, tapi juga pendidik.

“Maka dari itu dengan cinta kasih, kemudian dengan selalu meningkatkan diri, meningkatkan kemampuannya, maka guru tersebut akan betul-betul selalu diteladani, selalu diidamkan, selalu diharap-harapkan kehadirannya oleh murid-muridnya, oleh santri-santrinya,” tutur Said.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 26 November 2022
Imsak
03:56
Shubuh
04:06
Dhuhur
11:43
Ashar
15:07
Maghrib
17:56
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan