LANGIT7.ID - , Jakarta - Sepekan berlalu
pascagempa bumi mengguncang Cianjur, Jawa Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada 321 korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Peristiwa ini menyisakan luka dan duka mendalam, khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Meski demikian, perlu dipahami, terdapat hikmah di balik bencana yang dialami manusia.
Allah telah menyiapkan ganjaran setimpal bagi orang-orang yang meninggal karena gempa bumi. Keistimewaan itu berupa
meninggal dalam status syahid di akhirat.
Baca juga: 5 Golongan Orang Mati Syahid Menurut Hadis Nabi SAWAdapun maksud dari syahid akhirat adalah mereka di dunia tetap dimandikan dan disalatkan sebagaimana orang biasa meninggal. Meski demikian, mereka mendapatkan pahala syahid di akhirat.
Sesungguhnya tak ada ganjaran paling besar yang menjadi impian seorang Muslim kecuali meninggal dalam keadaan syahid. Berdasarkan beberapa hadis Nabi SAW, ada beberapa kriteria orang mati syahid, salah satunya yang meninggal tertimpa reruntuhan gempa.
Disebutkan dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah ra.
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tha’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari no. 2617 dan Muslim no. 3538)
Baca juga: Meninggal saat Menuntut Ilmu Dinilai Mati Syahid, Ini Kata UstadzMati syahid merupakan meninggal dunia dalam keadaan di jalan Allah SWT, termasuk yang tertimpa reruntuhan. Dalam hadis riwayat Abu Daud dari sahabat Jabir bin ‘Atik ra:
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ,
“Mati syahid selain terbunuh di jalan Allah ada tujuh, yaitu: orang yang meninggal karena terkena wabah adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, orang yang punya luka pada lambung lalu meninggal adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena kebakaran adalah syahid, orang yang meninggal tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan (dalam keadaan nifas atau dalam keadaan bayi masih dalam perutnya) adalah syahid.” (HR. Abu Daud no. 2704)
Hadis lainnya yang menjelaskan orang meninggal karena gempa termasuk mati syahid adalah sebagai berikut.
Baca juga: Syahidnya Imam Husein dalam Tragedi Politik di KarbalaHadis riwayat an-Nasa’i dari sahabat Abdullah bin Jabr, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
وَمَا تَعُدُّونَ الشَّهَادَةَ إِلَّا مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ شُهَدَاءَكُمْ إِذًا لَقَلِيلٌ الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ شَهَادَةٌ وَالْحَرَقُ شَهَادَةٌ وَالْغَرَقُ شَهَادَةٌ وَالْمَغْمُومُ يَعْنِي الْهَدِمَ شَهَادَةٌ وَالْمَجْنُونُ شَهَادَةٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدَةٌ
“Tidaklah kalian menganggap syahid kecuali orang yang terbunuh di jalan Allah. Sungguh orang-orang yang syahid jika demikian hanya sedikit. Padahal terbunuh di jalan Allah adalah syahid, meninggal karena sakit perut adalah syahid, terbakar adalah syahid, tenggelam adalah syahid, orang yang tertimpa reruntuhan adalah syahid, orang yang mati karena gila adalah syahid, wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” (HR. An-Nasa’i no. 3143).
(est)