LANGIT7.ID - Bersepeda tak hanya menjadi tren olahraga baru masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19, tapi juga menjadi wadah menebar sedekah. Aksi menebar kebaikan para pesepeda tersebut semakin marak saat badai pandemi menghantam berbagai sektor industri dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.
Mereka tak sekadar menyalurkan hobi gowes semata, namun juga turun ke lapangan mengantarkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Aksi sosial sedekah yang mereka lakukan pun macam-macam. Ada yang membagikan makanan gratis pada jamaah salat Jumat, hingga blusukan ke kampung-kampung dengan bersepeda memberikan bantuan kepada masyarakat.
Salah satu di antaranya adalah Komunitas Gowes Purwokerto. Komunitas pesepeda yang didirikan pada 25 Agustus 2019 itu mengusung jargon “Bersepeda dan Bersedekah”. Gowes Purwokerto bekerjasama dengan komunitas-komunitas lain dalam membagikan bantuan kepada masyarakat.
Mereka lebih intens menyalurkan bantuan selama pandemi corona mewabah di Indonesia. Ragam kegiatan Gowes Purwokerto bisa dilihat melalui beberapa akun sosial media mereka di antaranya, Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube.
Aksi sosial komunitas tersebut juga menjangkau berbagai lapisan masyarakat terdampak Covid-19, termasuk kalangan duafa hingga anak-anak yang membutuhkan dana pengobatan. Seperti yang mereka lakukan terhadap seorang bocah bernama Raihan Sokarjo yang duduk di kursi roda.
![Gowes Sambil Sedekah, Peluh Bersimbah Pahala]()
"(Komunitas Gowes Purwokerto membagikan takjil. foto: instagram/ @gowespurwokerto)"
“Hari ini terdistribusikan 250 paket takjil untuk saudara-saudara kita yang sedang berpuasa. Terima kasih untuk para goweser yang sudah menjadi perantara kebaikan, semoga keberkahan selalu menyertai kita semua. Aamiin,” tulis narasi foto yang diunggah melalui akun instagram @gowespurwokerto.
Pendiri Gowes Purwokerto, Sutikno, mengatakan, komunitas sepeda ini terbentuk atas dasar kesamaan hobi dan keinginan beberapa anggota untuk mengajak masyarakat membudayakan bersepeda. Sesuai jargon mereka, kegiatan bersepeda bertujuan untuk kesehatan jasmani, sementara bersedekah ditujukan untuk kesehatan rohani.
Sutikno menuturkan, kegiatan bersepeda bersama di hari libur dilanjutkan dengan membagikan sedekah kepada masyarakat sekitar. "Kita ada beberapa donatur yang setiap bulan mengamanahkan rezekinya kepada kita," kata Sutikno melansir Lensa Purbalingga, Selasa (8/6).
![Gowes Sambil Sedekah, Peluh Bersimbah Pahala]()
"(Tak sekedar menyalurkan hobi, komunitas ini juga kerap bersedekah ke warga yang kurang mampu. foto: instagaram/ @gowespurwokerto)"
Tak hanya di Purwokerto, kegiatan serupa juga bisa ditemui di Yogyakarta. Pada September 2020 lalu, Pemerintah Kota Yogyakarta membuat lima rute wisata sepeda yang melintasi berbagai perkampungan. Program itu kemudian dimanfaatkan oleh penduduk kampung dan pegiat wisata untuk menebar kebaikan. Mereka berkolaborasi membuat jaket wisata sepeda yang menarik wisatawan.
Paket wisata sepeda sembari sedekah ini sudah mulai pada awal 2021 lalu. Para wisatawan pesepeda blusukan ke perkampungan di kawasan Dagen, Sosrowijayan, hingga situs Tamansari. Para wisatawan bisa memberikan kebutuhan pokok atau kebutuhan lain yang bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu.
(sof)