LANGIT7.ID, Jakarta -
Influencer Muslimah,
Chiki Fawzi, merupakan Volunteer Specialist Dompet Dhuafa yang sangat gemar berbagi. Dia kerap ikut bersama relawan Dompet Dhuafa membersamai korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.
Chiki mengaku mendapatkan kebahagiaan
muthmainnah yang menenangkan saat membersamai korban. Apalagi, saat melihat ekspresi korban yang memperlihatkan ekspresi bahagia. Meski hanya ucapan ‘terimakasih’, namun kalimat itu mampu menghujam ke dalam hati dan menciptakan rasa bahagia luar biasa.
“Apa dirasain? rasa lebih bermanfaat dan ada happiness yang emang hanya bisa didapat dengan cara berbagi. Adalah rasa kebahagiaan
muthmainnah,” kata Chiki dalam acara Ruang Tengah
Giving With Impact untuk Media, OPZ,dan Blogger di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2022).
Baca Juga: Chiki Fawzi, Artis Muslimah Multitalenta Bantu Sesama Lewat Karya
Rasa bahagia itu mendorong Chiki untuk terus berbagi. Dia juga selalu mengajak influencer lain untuk melakukan hal sama. Sebab, kata dia, kebaikan pasti menular. Di sisi lain, setiap manusia pasti memiliki rasa ingin terus berbagi kepada sesama.
“Saya sadar setiap orang itu baik, dan kebaikan itu menular. Karena saya seniman, jadi saya bisa menularkannya melalui karya yang saya bikin dan narasi di setiap konten yang saya bikin,” ujar Chiki.
Chiki tidak ingin rasa bahagia itu hanya dirasakan sendiri. Dia membahasakan rasa bahagia itu sebagai kebahagiaan tertinggi dalam hati. Itu terus menempel dan membekas dalam diri Chiki. Di sisi lain, dia juga termotivasi pada sabda Rasulullah SAW yang menyebut sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Baca Juga: Gandeng Sang Ayah, Chiki Fawzi Rilis Versi Baru Lagu Bandara
“Apa kata rasul, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Itu sebenarnya apa yang paling penting di dunia adalah apa manfaat yang kita buat,” ungkap Chiki.
Pengalaman Saat Membersamai Penyintas BencanaChiki bercerita saat ikut Dompet Dhuafa menyalurkan daging hewan kurban di Nusa Tenggara Timur. Dia menyebut ada sebuah desa yang dihuni masyarakat beragam, tidak hanya umat Islam saja. Namun, kata dia, masyarakat di situ hidup rukun.
“Di sana, mereka juga ikut bersuka cita dengan adanya Idul Qurban, karena itu bisa makan daging yang sehari-harinya makan ikan yang tidak selalu dan tidak selalu bisa. Di sana waktu itu, ketika ke rumah-rumah, ‘terimakasih daging kurbannya’. Ada banyak ibu-ibu yang bener-bener bersyukur dan berterimakasih banget karena lama tidak makan daging sapi,” ujar Chiki.
Baca Juga: UBN Sambangi Penyintas Gempa Cianjur, Ajak Anak-anak Bermain
Daging kurban tak hanya menghantar suka-cita bagi umat Islam saja. Nonmuslim pun merasakan kebahagiaan saat Idul Adha tiba. Setidaknya, ada penambahan gizi sekali setahun.
“Jadi, emang biasanya anak-anak mereka cuma menggembala dan tidak merasakan dagingnya. Maka itu, saya lihat berkahnya Dompet Dhuafa dan lembaga-lembaga zakat, bisa menyentuh hati masyarakat yang prasejahtera merasakan kebahagiaan,” ungkap Chiki.
(jqf)