LANGIT7.ID, Jakarta -
Gempa bumi yang berpusat di laut maupun darat, sama-sama memiliki dampak terhadap lingkungan. Bahkan, parahnya bisa menyebabkan kebakaran yang dahsyat.
Melansir dari
Britannica,
kebakaran akibat gempa bumi pernah terjadi di San Francisco pada 1906 lalu. Sebanyak 521 blok di pusat kota terbakar tak terkendali selama tiga hari.
Kebakaran juga mengikuti gempa Tokyo 1923, menyebabkan banyak kerusakan dan kesulitan bagi warga setempat.
Sementara Indonesia pun kini sedang dihantui potensi gempa setelah guncangan bermagnitudo 5,6 di Cianjur dan terakhir 5,8 magnitudo di Sukabumi.
Baca Juga: Ancaman Gempa di Indonesia, 295 Sesar Aktif dan 13 Zona MegathrustGempa bumi menimpa wilayah Indonesia sering menyebabkan perubahan dramatis di permukaan bumi. Bencana ini tentu memimiki dampak terhadap alam akibat pergerakan tanah.
Efek dari gempa yang terjadi di darat, berupa perubahan air tanah, tanah longsor, dan aliran lumpur. Akibatnya, terjadi kerusakan signifikan pada bangunan, jembatan, jaringan pipa, kereta api, tanggul, bendungan, dan struktur lainnya.
Jika gempa terjadi di bawah laut bisa menyebabkan gelombang raksasa yang disebut tsunami. Guncangan dasar laut menghasilkan gelombang yang menyebar ke permukaan dalam lingkaran hingga terus melebar.
Tsunami dapat melakukan perjalanan secepat 500 mil (800 kilometer) per jam. Pada saat tsunami mencapai pantai, itutelah memperoleh kekuatan yang luar biasa akibat guncangan.
Bahkan, air bisa mencapai ketinggian setinggi 100 kaki (30 meter). Tentunya, tsunami bisa menjadi bencana besar dengan potensi memusnahkan pemukiman pesisir.
(bal)