LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian orang ingin menempatkan anaknya di
pondok pesantren. Namun banyak yang belum tahu karakter pesantren modern dan tradisional, apa bedanya?
Pondok
pesantren modern dan tradisional kerap dianggap sama. Sebab menjadi lembaga pendidikan agama untuk anak usia sekolah, mulai dari SD sampai SMA.
Ada perbedaan antara pesantren modern dan
tradisional, khususnya dari aspek tradisi, sistem pendidikan bahkan jenis-jenis kitab yang dipelajari.
Pendakwah, Dr Syarif Hade mengatakan, untuk materi pembelajarannya, pesantren tradisional sangat erat kaitannya dengan referensi kitab kuning.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Majelis Masyayikh Pesantren, Dorong Mutu Pendidikan"Sedangkan pesantren modern bukan cuma soal pendidikan agama, tapi fokus juga pada pembelajaran praktis seperti pelajaran umum," kata Ustadz Syarif Hade dalam siaran virtualnya dikutip Ahad (11/12/2022).
Ada beberapa pertimbangan yang perlu diketahui dalam merekomendasikan pondok pesantren untuk keluarga. Salah satunya dalam kiprah alumninya.
"Apakah pesantren ini sudah melahirkan alumni sebagai ulama, tokoh agama dan pakar. Ini untuk pesantren yang berusia lama, jadi terlihat berkualitas atau tidak pondok tersebut," ujarnya.
Kalau pesantren modern, salah satunya seperti Gontor. Sebab rekam jejak alumnuinya sudah tersebar dan menonjol di skala nasional dan internasional.
Lalu bagaimana cara membedakan pesantren modern dan tradisional:
Pesantren TradisionalPesantren tradisional atau lebih dikenal dengan Pesantren Salafiyah dalam pembelajarannya menggunakan referensi kitab kuning.
Lalu secara umum dapat dilihat dari keseharian para santri yang menggunakan sarung dalam aktifitasnya. Selain itu, mayoritas Pondok Pesantren tradisional berafiliasi kepada salah satu ormas islam yaitu Nahdlatul Ulama (NU).
Perbedaan yang lainnya adalah pesantren tradisional memiliki kebiasaan melakukan pengajian yang mana Kiai atau Ulama pesantren tersebut berada didepan dengan membaca kitab kuning.
Kemudian para santri akan mendengarkan dengan membuka kitabnya. Model seperti ini sering disebut dengan metode sorogan, bandongan dan wetonan.
Pesantren tradisional atau salaf ini hanya fokus kepada penguasaan ilmu alat teoritis bukan praktis. Misalkan pesantren tradisional fokus ke ilmu alat yang teoritis seperti ushul fiqh atau nahwu sharaf.
Pesantren ModernPesantren modern secara umum adalah pesantren yang dibentuk oleh alumni dari Pondok Modern Darussalam Gontor yang merupakan pesantren modern pertama di Indonesia.
Para santri yang lulus, hampir sebagian besar mendiri pesantren yang metode dan kurikulumnya sama seperti Gontor. Dalam kurikulumnya menekankan pengajaran bahasa untuk percakapan diantaranya Bahasa Arab dan Inggris.
Selain itu, pesantren modern umumnya tidak menggunakan kitab kuning melainkan kitab putih atau kitab terjemahan yang ditulis oleh Ulama-ulama modern.
Di samping itu, pesantren modern biasanya juga lebih fokus dalam pembelajaran praktis seperti pelajaran umum, bahasa, kedisiplinan, kepemimpinan.
Maka jangan heran, untuk mendapat beasiswa di pesantren modern, biasanya mensyaratkan kepada nilai-nilai pelajaran umum seperti IPA, IPS, Matematika dan Bahasa Indonesia.
(bal)