LANGIT7.ID, Jakarta - Hanya sedikit manusia yang memikirkan kehidupan di
alam barzah. Sebab dunia membuat banyak orang sibuk, padahal tempat ini hanya persinggahan sementara.
Alam barzah merupakan tempat orang-orang yang telah
meninggal dunia. Lebih dikenal juga
alam kubur. Barzah artinya sekat antara dunia dan akhirat.
Entah berapa banyak manusia yang sudah berada di alam barzah sekarang ini, terhitung sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi. Artinya masa transisi di alam
barzah lebih lama ketimbang umur manusia di dunia.
Pendakwah dari
Majelis Ulama Indonesia, Kiai Nurul Irfan mengatakan, selama di dunia banyak orang mengejar gelar, jabatan dan harta, tapi semua itu tidak dibawa ke alam barzah.
"Bekal yang bisa dibawa hanya amalan ibadah dan perbuatan baik selama di dunia," kata Kiai Nurul dikutip Rabu (14/12/2022).
Baca Juga: Keutamaan Meninggal di Hari Jumat, Bebas dari Siksa Kubur?Melansir laman
MUI, Kiai Nurul mengatakan, manusia akan berada di alam barzah sampai hari kiamat tiba. Lalu Allah SWT membangkitkan mereka untuk berpindah alam lagi yakni menuju akhirat.
SWT berfirman dalam Al Quran, surat Ghafir ayat 46 yang artinya: "Kepada mereka diperlihatkan nereka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat) Masukan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras."
Menurut Kiai Nurul, dalam ayat ini dijelaskan bahwa selama di alam barzah manusia diperlihatkan Allah SWT surga dan nereka. Hanya ada penyesalan bagi mereka para pelaku maksiat.
Bagi yang berbuat dosa, kata Kiai nurul, akan mendapatkan siksa kubur di alam barzah. Sampai-sampai, dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW pun berdoa agar terhindar dari siksa kubur. Berikut doanya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, adzab nereka, cobaan hidup dan mati, dan fitnah Dajjal yang terhapus dari rahmat Allah."
Menurut Kiai Nurul, amalan baik dan buruk manusia sekecil apa pun akan diperhitungkan nantinya sebagaimana dalam Al Quran surat Al Zalazah ayat 7-8.
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Barang siapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula."
Fase orang meninggal duniaRasulullah bersabda, seorang yang beriman kepada Allah saat akan meninggal dunia akan didatangi malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di sebelah kepalanya dengan mengatakan, "Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keridhoan-Nya."
Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata: "Maka keluar lah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya."
Ustadz Sigit Pranowo melansir dari eramuslim mengatakan, tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya, walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.
Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Mereka kemudian naik (ke langit) dengan membawa (ruh) orang itu dan tidaklah mereka melewati para malaikat kecuali mereka bertanya, 'Ruh yang baik siapa ini?' Mereka menjawab, 'Fulan bin Fulan, dengan menyebutkan nama terbaik yang dimilikinya di dunia' sehingga mereka berhenti di langit dunia.
Mereka pun meminta agar dibukakan (pintu) baginya maka dibukalah (pintu itu) bagi mereka dan mereka berpindahlah ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh dan Allah mengatakan, 'Tulislah kitab hamba-Ku ini di illiyyin dan kembalikanlah ke bumi, sesungghnya darinyalah Aku ciptakan mereka dan kepadanyalah Aku mengembalikan mereka dan darinya pula Aku mengeluarkan mereka sekali lagi."
Rasulullah kemudian mengatakan bahwa ruh itu dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat yang mendudukannya dan bertanya kepadanya, 'Siapa Tuhanmu?' dia pun menjawab, 'Tuhanku Allah.' Keduanya bertanya lagi, 'Apa agamamu?' dia menjawab, 'Agamaku Islam.' Keduanya bertanya, 'Siapa lelaki yang diutus kepada kalian ini?' dia menjawab, 'Dia adalah Rasulullah saw.' Keduanya bertanya lagi, 'Apa ilmumu?' dia menjawab, 'Aku membaca Al Quran, Kitab Allah, aku mengimaninya dan membenarkannya.'
Terdengarlah suara yang memanggil dari langit, "Karena kebenaran hamba-Ku maka hamparkanlah (suatu hamparan) dari surga, pakaikanlah dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya sebuah pintu menuju surga." Beliau saw bersabda, "Maka terciumlah wanginya serta dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang."
Beliau bersabda, "Datanglah seorang laki-laki berwajah tampan, berbaju indah dengan baunya yang wangi mengatakan, 'Bahagialah engkau di hari yang engkau telah dijanjikan.' Orang (yang beriman) itu mengatakan, 'Siapa angkau? Wajahmu penuh dengan kebaikan', dia menjawab, 'Aku adalah amal shalehmu.' Orang itu mengatakan, 'Wahai Allah, segerakanlah kiamat sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.'
(bal)