LANGIT7.ID, Jakarta - Orangtua sebaiknya jangan mengizinkan bayi di bawah usia 2 tahun bermain
gadget. Sebab efek yang timbul akibat kebiasaan ini akan dirasakan jangka panjang.
Sebagian orang mungkin merasa sulit melarang anak-anak menikmati hiburan di
smartphone. Padahal toleransi itu malah ide yang buruk.
Melansir
The Guardian, bayi tak boleh dikenalkan dengan gadget hingga mereka berusia dua tahun. Salah satu pertimbangannya karena perkembangan motorik bayi lebih penting untuk dikedepankan.
American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa paparan layar pada gadget dapat menghambat perkembangan bayi dalam keterampilan sosialnya dan berbahasa.
Baca Juga: Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Manfaatkan Gadget untuk DakwahUntuk itu, AAP menyarankan agar anak di bawah dua tahun lebih baik tidak diizinkan mengenal gadget. Bahkan, gadget dapat mempengaruhi karakter anak di usia keemasannya.
Di mana anak dengan yang memiliki kebiasaan akan gadget lebih cenderung mudah marah dan kehilangan ketertarikan akan dunia nyata yang sesungguhnya.
Pertimbangan UtamaDalam kondisi tertentu orang tua boleh mengenalkan gadget kepada anak-anaknya. Namun, tetap dengan pengawasan ketat agar terhindar dari akses ke suatu hal yang belum pantas mereka ketahui.
Mengutip laman
Baby Center, berikut 6 hal yang mesti diperhatikan orang tua saat mulai mengenalkan gagdet kepada anak-anaknya:
1. Batasi waktu bermain gadget hingga 15 atau 20 menit setiap kali. Terlalu lama membiarkan anak main gadget dapat berbahaya bagi bayi dan anak-anak, bahkan pada usia yang sangat muda.
2. Selalu periksa jenis konten apa yang diakses anak. Termasuk memilih gim dan aplikasi yang sesuai dengan usianya.
3. Tetap berada di dekat anak ketika mereka menggunakan ponsel, tablet, atau laptop. Pastikan pula keamanan seperti memastikan bahwa kabel pengisi daya tidak tersambung listrik saat digunakan.
4. Bayi masih terlalu kecil untuk menyadari bahwa perangkat gadget itu mahal. Mereka mungkin akan melemparnya saat bermain, jadi berhati-hatilah agar mereka tidak menimbulkan kerusakan.
5. Pastikan bayi tidak memegang ponsel, laptop, atau tablet terlalu dekat dengan matanya. Sehingga ketegangan pada otot mata yang dapat menyebabkan kerusakan dapat dihindari di usia muda mereka.
6. Pastikan anak-anak tidak memiliki akses ke email, pesan, atau foto apa pun. Dikhawatirkan mereka secara tidak sengaja menghapus atau mengakses pekerjaan penting yang tersimpan dalam gadget.
Di sisi lain, mencegah bayi mengenal gadget di usia dini lebih baik dilalukan. Sebab ada banyak hal produktif yang mesti mereka pelajari di usia keemasannya, antara lain sebagai berikut:
1. Bayi yang belum mengenal gadget dapat lebih produktif untuk mempelajari keterampilan baru. Biarkan mereka mengolah dan mengenal dunia dengan fisiknya, sebab bayi harus didorong untuk menjelajahi dunia secara fisik dan aktif selama tiga jam sehari untuk tumbuh sehat.
2. Belum mengenal gadget juga akan membuat bayi fokus untuk belajar kemampuan dirinya. Mulai dari berguling, merangkak, berjalan, memanjat, dan menjelajahi lingkungannya.
3. Bahkan, bayi yang aktif akan tercegah dari kelebihan berat badan atau mengalami masalah kesehatan di kemudian hari. Di samping itu, anak-anak yang tumbuh dengan gadget bisa jadi memiliki gangguan kesulitan tidur.
4. Permainan fisik lebih berkontribusi pada perkembangan mental dan emosional anak. Bermain kotor-kotoran dengan lumpur dan atau percikan air adalah cara anak untuk mempelajari cara kerja dunia.
5. Bayi lebih baik diajak dan diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang tua dan anak-anak lainnya. Sehingga mereka memiliki kemampuan interaksi sosial yang baik.
(bal)