Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Tren Digital Berpotensi Jadikan Pondok Pesantren Lebih Mandiri

mahmuda attar hussein Ahad, 22 Agustus 2021 - 10:45 WIB
Tren Digital Berpotensi Jadikan Pondok Pesantren Lebih Mandiri
Ilustrasi kegiatan di pondok pesantren. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Transformasi digital tidak hanya perlu dimanfaatkan para palaku usaha di sektor ekonomi, tapi juga harus masuk ke dalam dunia pendidikan. Tren ini berpotensi menjadikan pondok pesantren (ponpes) agar bisa lebih mandiri.

Penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa ini memiliki potensi cukup baik untuk mengembangkan bisnis online. Apalagi ada sekitar 95 persen di antaranya pengguna smartphone.

SME Development Specialist Shopee Indonesia, Riva Yozi Pratama mengatakan, melihat dari data perkembangan tahun lalu setidaknya akses aplikasi belanja online naik hingga 300 persen. Sementara dari segi transaksi naik signifikan hingga 400 persen.

Baca Juga: Pondok Pesantren: Titik Awal Penyebaran Peradaban Islam di Nusantara

"Digitalisasi itu perlu dilakukan, terlebih dari segi pangsa pasarnya cukup baik. Ponpes memiliki potensi untuk bisa mandiri jika memanfaatkan tren ini dan mengelolanya dengan baik dan kompeten," kata Riza di webinar 'Membangun Ekosistem Bisnis Pesantren' beberapa waktu lalu.

Setidaknya, sejak 2020 telah terjadi lonjakan baru terhadap penggunaan aplikasi belanja online sebesar 37 persen, adapun 56 persennya merupakan penduduk yang berada di pelosok negeri. Hal ini mengindikasikan permintaan belanja online di daerah semakin meningkat.

Dengan adanya data tersebut, Riva menyebutkan, ponpes harus menangkap pasar tersebut untuk menjadi penguasa di daerah sendiri. Sebab, 93 persen masyarakat telah menjadi pengguna baru dalam hal produk digital.

"Kondisi e-commerce di Indonesia dilihat dari segi transaksi meningkat lima kali lipat dalam kurung waktu lima tahun belakangan. Indonesia sendiri menguasai 60 persen dari total pasar untuk e-commerce di Asia Tenggara. Diperkirakan tren ini akan terus berkembang dalam jangka panjang," katanya.

Maka itu, lanjut Riva, e-commerce bisa menjadi jalan bagi kemandirian ponpes dalam hal bisnis, khususnya bisnis online. Untuk mendukung hal tersebut perlu adanya dukungan yang diberikan dengan memberdayakan santri melalui kurikulum bisnis online atau internet.

Produk yang saat ini memiliki permintaan cukup tinggi di pasaran dan bisa dimanfaatkan oleh ponpes untuk memulai bisnis online, yakni new normal kit seperti masker, disinfektan, helm pribadi, hand sanitizer, peralatan makan pribadi. Alat dan produk kesehatan seperti vitamin, obat herbal, termometer, dan multivitamin.

Makanan dan bahan pokok seperti healthy foodd, camilan kemasan, sembako, frozen food dan makanan instan. Produk minuman seperti susu, jus kemasan, minuman instan, herbal.

"Selanjutnya perlengkapan rumah seperti air purifier, sabun cuci, dan tisu. Pakaiana rumahan seperti kaos, daster, celana pendek. Keuntungan berjualan online yang dapat membantu perekonomian lingkungan ponpes untuk mandiri yaitu mampu menjangkau pembeli baru, pendapatan baru, distribusi luas karena jasa kirim beragam, dan fleksibilitas dari segi waktu dan tenaga," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (DPW Herbitren) Jawa Tengah, Gus Miftahuddin mengatakan, Herbitren menjadi organisasi yang juga turut mengembangkan kemandirian dalam tubuh ponpes. Didirikan sejak 2019, kini Herbitren sudah memiliki 260 anggota ponpes yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Banyak pihak yang mendukung ponpes untuk bisa mandiri, seperti Bank Indonesia yang sudah memfasilitasi, karena pengembangan ekonomi pesantren harus digalakkan dan menjadi ruh kemandirian. Kita harap pesantren dapat mengembangkan perekonomian secara mandiri melalui fasilitas yang ada. Pesantren memiliki sumber daya yang harus diberdayakan, sehingga secara perekonomian bisa mewarnai proses pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)