LANGIT7.ID, Doha -
Qatar berhasil menyita perhatian masyarakat dunia setelah sukses menggelar
Piala Dunia 2022. Selama satu bulan masyarakat dunia datang ke Qatar menyaksikan kemegahan kota, kemewahan stadion, keramahan penduduk setempat hingga keteraturan penyelenggaraan Piala Dunia 2022.
Kesuksesan Qatar dalam menggelar Piala Dunia 2022 diakui langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. Dia menyebut Piala Dunia di Qatar sebagai yang terbaik sepanjang sejarah.
"Piala Dunia tahun ini di Qatar telah menjadi yang terbaik," kata Gianni Infantino dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Presiden FIFA: Piala Dunia 2022 Qatar Terbaik Sepanjang Sejarah
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) untuk Spanyol, Muhammad Najib menyebut hal itu membanggakan bagi dunia Arab, maupun dunia muslim secara keseluruhan, karena Qatar merupakan negara Muslim dan Arab yang pertama menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Najib menyebut, Qatar berhasil menjadi tuan rumah yang baik. Peraih penghargaan negara paling aman di dunia empat tahun berturut-turut itu juga berhasil mempertemukan kepala negara, raja-raja, hingga tokoh-tokoh politik yang berbeda-beda.
“Ini akan memberikan inspirasi, motivasi, sekaligus pelajaran bagi banyak negara. Baik negara Arab sendiri, dunia Islam, dan dunia secara keseluruhan yang kini merasakan suasana ketegangan dan tidak damai karena potensi perang di mana-mana,” ujar Muhammad Najib saat memenuhi undangan Duta Besar Qatar di Madrid, Abdullah Al Akhmar, Ahad (18/12/2022).
Rahasia Kemajuan QatarSecara ekonomi, Qatar dapat dikategorikan sebagai sebuah negara maju. Muhammad Najib, mengungkapkan rahasia kemajuan Qatar tidak terlepas dari sikap Qatar yang inklusif terhadap masyarakat dunia.
“Qatar adalah negara yang berhasil memajukan negaranya dan memakmurkan rakyatnya,” kata Najib.
Baca Juga: World Cup, Qatar dan Dakwah Ketauladanan
Najib mengatakan, kemajuan tersebut tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Qatar saja. Tapi, banyak pekerja asing yang datang ke negara berjuluk
Al-Annabi (
The Maroons) tersebut. Para pekerja asing itu datang ke Qatar sebagai tenaga kerja profesional.
“Apapun agamanya, apapun etnisnya, Qatar tidak mempersoalkan,” ujar Najib.
Najib menyebut ada banyak pelajaran penting yang bisa dipetik dari Qatar. Dia antaranya, Qatar yang mengandalkan sumber daya alam berupa minyak dan gas mampu memajukan negara dan memakmurkan rakyatnya.
Baca Juga: Perputaran Dolar di Balik Piala Dunia 2022 Qatar
Qatar juga pandai memilih rekan dalam segala bidang. Negara yang berada di Timur Tengah ini juga mampu menggunakan teknologi modern yang aktual untuk keuntungan negaranya. Dia mengaku sering berdiskusi dengan Abdullah Al Akhmar. Dari diskusi itu, dia mendapat banyak pelajaran.
“Saya seringkali berdiskusi dan saya berkesimpulan bahwa apa yang dicapai Qatar saat ini tidak mudah, karena tantangan bukan saja dari dalam negeri, tetapi dari tetangga-tetangga Arabnya juga sering mengganggu. Qatar cukup lama di-embargo tapi mereka berhasil
survive,” ujar Najib.
(jqf)